JP Radar Kediri – Surat An-Naas merupakan salah satu surat pendek dalam Al-Qur’an, berada di urutan ke-114 atau sebagai surat penutup dalam mushaf Al-Qur’an.
Meski singkat, surat ini memiliki makna yang sangat dalam dan fadhilah (keutamaan) besar, terutama sebagai doa perlindungan dari gangguan kejahatan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
Surat An-Naas termasuk dalam golongan surat Makkiyah dan terdiri dari 6 ayat.
INFORMASI PENDAFTARAN KOMPETISI KOMPETENSI AKADEMIK 2025
Apa itu kompetisi kempetensi akademik? Baca di sini
Daftar di link berikut: https://rkomnibus.com/
Contac person: 0813-3563-2111 (heri)
Surat An-Naas mengajarkan kepada kita untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari segala bentuk godaan yang dapat merusak hati dan pikiran, terutama dari bisikan jahat setan yang menyerang hati manusia.
Gangguan dari jin maupun manusia yang bisa menyesatkan. Dan kejahatan yang tersembunyi, yang kadang tidak disadari oleh diri kita sendiri
Surat ini menegaskan bahwa hanya Allah-lah tempat bergantung, Tuhan, Raja, dan sesembahan manusia yang bisa memberikan perlindungan sejati.
Adapun fadhilah (keutamaan) Surat An-Naas sebagai berikut.
Pertama, perlindungan dari gangguan setan. Nabi Muhammad SAW sering membaca surat ini untuk melindungi diri dari bisikan setan.
Dalam hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa membaca Al-Mu’awwidzat (yaitu Al-Falaq dan An-Naas), maka ia seakan telah berlindung kepada Allah dari segala keburukan”. (HR. Muslim).
Kedua, bagian dari doa ruqyah. Surat An-Naas digunakan dalam pengobatan ruqyah syar’iyyah, baik untuk gangguan jin, sihir, maupun penyakit hati. Rasulullah SAW membaca surat ini saat sakit dan meniupkan ke tubuhnya.
Ketiga, dibaca sebelum tidur. Rasulullah SAW terbiasa membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas sebelum tidur sambil meniupkan ke telapak tangan dan mengusapkannya ke seluruh tubuh.
Ini menjadi sunnah yang banyak dianjurkan untuk melindungi diri saat tidur.
Keempat, dapat menenangkan hati dan pikiran. Karena fokus surat ini adalah perlindungan dari bisikan jahat, membacanya secara rutin bisa membantu seseorang menjaga ketenangan hati, mencegah pikiran buruk, serta menumbuhkan rasa tawakal kepada Allah.
Lantas, kapan dianjurkan membaca Surat An-Naas? Pagi dan petang hari, sebagai bagian dari dzikir harian.
Bisa pula sebelum tidur, bersama Al-Falaq dan Al-Ikhlas. Atau juga saat merasa gelisah, cemas, atau terganggu secara batin.
Saat melakukan ruqyah atau mendoakan orang yang sakit. Dan setelah sholat, sebagai bacaan pelengkap dzikir
Jadi, meskipun pendek, Surat An-Naas memiliki kekuatan spiritual yang sangat besar sebagai tameng dari kejahatan yang menyerang hati manusia.
Dengan rutin membacanya dan memahami maknanya, kita akan lebih waspada terhadap bisikan setan dan lebih dekat kepada Allah SWT.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah