JP Radar Kediri – Dzikir merupakan amalan ringan di lisan namun sangat berat timbangannya di sisi Allah SWT.
Dalam Islam, dzikir memiliki kedudukan yang tinggi karena menjadi sarana seorang hamba untuk senantiasa mengingat dan mendekatkan diri kepada Allah.
Ada salah satu kalimat dzikir yang keutamaannya luar biasa, sampai-sampai malaikat pun tidak mampu menghitung pahalanya.
INFORMASI PENDAFTARAN KOMPETISI KOMPETENSI AKADEMIK 2025
Apa itu kompetisi kempetensi akademik? Baca di sini
Daftar di link berikut: https://rkomnibus.com/
Contac person: 0813-3563-2111 (heri)
Kalimat yang dimaksud adalah "Subhanallahi wa bihamdih" (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya).
Kalimat ini singkat, mudah diucapkan, namun memiliki nilai pahala yang sangat besar. Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang mengucapkan 'Subhanallahi wa bihamdih' seratus kali dalam sehari, maka dosanya akan diampuni walaupun sebanyak buih di lautan." (HR. Bukhari dan Muslim).
Namun yang lebih menakjubkan lagi adalah riwayat yang menyebutkan bahwa pahala dari kalimat ini tidak mampu dihitung oleh para malaikat.
Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan bahwa ketika seorang hamba mengucapkan "Subhanallahi wa bihamdih", para malaikat mencatat amalannya.
Baca Juga: Hachiman, Dewa Perang yang Jadi Pelindung Bangsa Jepang
Namun karena besarnya pahala dari dzikir ini, malaikat tidak mampu mencatat pahalanya secara lengkap. Mereka pun menghadap kepada Allah SWT dan berkata:
"Wahai Tuhan kami, hamba-Mu telah mengucapkan satu kalimat yang kami tidak mampu menghitung pahalanya."
Lalu Allah SWT berfirman, "Catatlah pahala dzikir itu sebagaimana yang ia ucapkan, dan serahkan balasannya kepada-Ku, karena Aku yang akan membalasnya."
(Hadits ini disebutkan dalam beberapa kitab hadits dan atsar ulama, dengan derajat yang berbeda-beda, namun maknanya dikuatkan oleh hadits-hadits shahih lainnya).
Kalimat "Subhanallahi wa bihamdih" mengandung dua aspek penting.
Pertama, tasbih (سبحان الله). Adalah menyucikan Allah dari segala kekurangan, cacat, atau sifat yang tidak layak bagi-Nya.
Kedua, tahmid (وبحمده). Adalah memuji Allah atas segala kesempurnaan dan nikmat yang diberikan.
Gabungan dua makna ini menjadikan kalimat ini sebagai bentuk dzikir yang sangat sempurna penyucian dan pujian dalam satu nafas.
Mengapa Pahalanya Tak Terhitung? Beberapa alasan yang dapat dipahami mengapa pahala kalimat ini begitu besar.
Karena mengandung tauhid dan pengagungan tertinggi kepada Allah. Ringan diucapkan tapi menunjukkan kecintaan dan kedekatan seorang hamba kepada Tuhannya.
Menjadi bukti keikhlasan hati dan kesungguhan dalam mengingat Allah. Dan kalimat ini terus berputar pahalanya selama ia masih diucapkan dan diamalkan secara konsisten.
Jadi, membaca "Subhanallahi wa bihamdih" tidak membutuhkan waktu lama, bahkan bisa dilakukan dalam hitungan detik.
Namun, keutamaannya luar biasa dan dijanjikan pahala yang tidak terhingga. Mari kita jadikan dzikir ini sebagai amalan harian, karena bisa menjadi pemberat timbangan amal kita di akhirat, saat kita sangat membutuhkannya.
“Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat di timbangan, dan dicintai oleh Allah: ‘Subhanallahi wa bihamdih, Subhanallahil ‘Azhim”. (HR. Bukhari dan Muslim).
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah