JP Radar Kediri – Salat gerhana merupakan salah satu salat sunnah yang dilakukan ketika terjadi gerhana matahari (kusuf) atau gerhana bulan (khusuf). Salat ini adalah bentuk ketaatan dan pengingat bagi umat Islam akan kebesaran Allah SWT.
Pengertian salat gerhana Matahari (Kusuf) ini dilakukan ketika terjadi gerhana matahari. Sedangkan salat gerhana Bulan (Khusuf) dilakukan ketika terjadi gerhana bulan.
Kedua salat ini dilakukan dengan cara yang hampir sama dan merupakan ibadah sunnah muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan.
INFORMASI PENDAFTARAN KOMPETISI KOMPETENSI AKADEMIK 2025
Apa itu kompetisi kempetensi akademik? Baca di sini
Daftar di link berikut: https://rkomnibus.com/
Contac person: 0813-3563-2111 (heri)
Ini bacaan niat salat gerhana. Niat Salat Gerhana Matahari:
أُصَلِّي سُنَّةَ الكُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatal-kusūfi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.
(Aku niat salat sunnah gerhana matahari dua rakaat karena Allah Ta'ala.)
Sedangkan bacaan niat salat gerhana Bulan:
أُصَلِّي سُنَّةَ الخُسُوفِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى
Ushallī sunnatal-khusūfi rak‘ataini lillāhi ta‘ālā.
(Aku niat salat sunnah gerhana bulan dua rakaat karena Allah Ta'ala.)
Kemudian ini tata cara salat gerhana. Salat gerhana dilakukan dua rakaat, namun setiap rakaat terdiri dari dua kali ruku dan dua kali bacaan Al-Fatihah, berbeda dengan salat biasa.
Rakaat pertama diawali niat, takbiratul ihram, membaca doa iftitah, membaca surat Al-Fatihah dan surat panjang (misalnya Al-Baqarah). Kemudian, ruku’ pertama (lama), i’tidal, membaca Al-Fatihah lagi dan surat (lebih pendek dari yang pertama).
Lalu, ruku’ kedua (lebih pendek dari ruku’ pertama), i’tidal, dan sujud (lama), duduk di antara dua sujud, lalu sujud kedua.
Di rakaat kedua, bangkit dari sujud dan berdiri untuk rakaat kedua. Membaca Al-Fatihah dan surat panjang (kurang panjang dari surat pertama tadi).
Ruku’ pertama (lama), i’tidal, membaca Al-Fatihah lagi dan surat (lebih pendek). Terus ruku’ kedua (lebih pendek), i’tidal, sujud (lama), duduk di antara dua sujud, lalu sujud kedua. Tasyahhud akhir dan salam.
Hukum melaksanakan salat gerhana adalah sunnah muakkadah. Sedangkan waktu pelaksanaannya dilakukan selama terjadi gerhana, dan dihentikan ketika gerhana selesai.
Jika gerhana telah selesai sebelum salat dimulai, maka salat tidak perlu dilakukan.
Adapun amalan-amalan yang dianjurkan mulai memperbanyak doa, dzikir, dan istighfar. Bersedekah, berdoa dengan khusyuk. Dan mendengarkan khutbah setelah salat (jika dilakukan berjamaah di masjid).
Adapun dalil untuk salat gerhana, dari Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena mati atau hidupnya seseorang. Maka apabila kalian melihatnya, berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, salatlah, dan bersedekahlah." (HR. Bukhari dan Muslim).
Jadi, salat gerhana adalah momen yang mengingatkan umat Islam akan keagungan Allah dan keterbatasan manusia.
Melaksanakannya dengan khusyuk dan sesuai tuntunan sunnah adalah bentuk ibadah yang sangat dianjurkan saat fenomena langit ini terjadi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah