Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

7 Teladan Nabi Muhammad SAW dalam Membangun Rumah Tangga, Kamu Harus Tahu!

Mohammad Basid Alharis • Kamis, 7 Agustus 2025 | 20:37 WIB
Ilustrasi pasangan suami ist
Ilustrasi pasangan suami ist

JP Radar Kediri – Nabi Muhammad SAW adalah teladan sempurna dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam hal berumah tangga.

Rasulullah tidak hanya dikenal sebagai pemimpin umat, tetapi juga sebagai suami yang lembut, penyayang, dan bertanggung jawab.

Bagi para suami Muslim, meneladani akhlak Rasulullah dalam rumah tangga adalah bentuk ibadah dan jalan menuju keluarga sakinah.

INFORMASI PENDAFTARAN KOMPETISI KOMPETENSI AKADEMIK 2025

Apa itu kompetisi kempetensi akademik? Baca di sini

Daftar di link berikut: https://rkomnibus.com/

Contac person: 0813-3563-2111 (heri)

Berikut ini beberapa sunnah Nabi yang sangat dianjurkan untuk diamalkan oleh para suami agar kehidupan rumah tangga dipenuhi cinta, berkah, dan ridha Allah SWT.

Pertama, bersikap lembut dan penuh kasih sayang. Nabi Muhammad SAW adalah suami yang sangat lembut kepada istri-istrinya.

Beliau tidak pernah memukul, merendahkan, atau bersikap kasar. Rasulullah selalu menunjukkan kasih sayang dengan ucapan maupun perbuatan.

"Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah yang paling baik terhadap istriku." (HR. Tirmidzi).

Adapun sunnah yang diamalkan antara lain memanggil istri dengan panggilan sayang. Tidak berkata kasar atau menyakiti perasaan istri. Dan memberi pelukan, sentuhan lembut, dan perhatian emosional.

Baca Juga: Ini Bacaan Niat dan Tata Cara Salat Istisqa’.

Kedua, membantu pekerjaan rumah. Rasulullah SAW dikenal ringan tangan dalam membantu pekerjaan rumah. Beliau menjahit sendiri pakaiannya yang robek, memerah susu kambing, bahkan membersihkan rumah.

“Rasulullah biasa menjahit pakaiannya, memperbaiki sandalnya, dan melakukan pekerjaan rumah tangga seperti salah satu dari kalian.” (HR. Ahmad).

Adapun sunnahnya untuk diamalkan dengan membantu istri memasak, membersihkan rumah, atau merapikan rumah. Dan tidak merasa rendah saat membantu urusan domestik.

Ketiga, menciptakan keceriaan di rumah tangga. Rasulullah SAW sering bercanda dan menciptakan suasana yang menyenangkan bersama istri-istrinya. Beliau tidak kaku dan mampu membuat rumah tangga penuh kebahagiaan.

Dalam suatu riwayat, Aisyah RA berkata: “Aku pernah berlomba lari dengan Rasulullah dan aku menang. Kemudian aku berlomba lagi dan dia menang.”

Sunnah yang dapat diamalkan bisa bercanda dengan istri. Menciptakan momen kebersamaan yang menyenangkan. Dan mengajak istri jalan-jalan atau rekreasi bersama.

Keempat, memberi nafkah dengan niat ibadah. Memberi nafkah kepada keluarga adalah kewajiban utama suami, namun jika dilakukan dengan ikhlas dan niat karena Allah, maka akan menjadi ibadah yang bernilai pahala besar.

"Satu dinar yang engkau infakkan di jalan Allah, satu dinar yang engkau infakkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang engkau sedekahkan kepada orang miskin, dan satu dinar yang engkau belanjakan untuk keluargamu yang paling besar pahalanya adalah yang engkau belanjakan untuk keluargamu." (HR. Muslim).

Sunnah untuk diamalkan adalah menafkahi keluarga dengan hati yang lapang. Tidak pelit kepada istri dan anak-anak. Dan mencari rezeki yang halal dan berkah.

Kelima, menjaga komunikasi dan musyawarah. Rasulullah selalu mendengarkan pendapat istri-istrinya dan tidak segan bermusyawarah dengan mereka, termasuk dalam urusan penting. Beliau juga menghormati perasaan dan pikiran istrinya.

Dalam perjanjian Hudaibiyah, Rasulullah menerima saran dari Ummu Salamah dalam situasi yang sangat krusial.

Sunnah untuk diamalkan antara lain melibatkan istri dalam pengambilan keputusan. Mendengarkan curhat atau pendapat istri tanpa menghakimi. Dan menjaga komunikasi yang sehat dan terbuka.

Baca Juga: Bojone Macak Sosialita, Sudrun Menderita

Keenam, menjaga hak dan kehormatan istri. Nabi Muhammad SAW selalu menjaga hak-hak istrinya, tidak pernah menelantarkan, dan selalu memperlakukan mereka dengan adil dan hormat.

“Sesungguhnya istri-istri kalian memiliki hak atas kalian sebagaimana kalian juga memiliki hak atas mereka.” (HR. Tirmidzi).
Sunnah untuk diamalkan tidak menyakiti hati atau tubuh istri. Menghormati istri di depan orang lain. Dan tidak membandingkan istri dengan wanita lain.

Ketujuh, mendoakan istri. Rasulullah SAW sering mendoakan istri-istrinya, menunjukkan cinta dan harapannya agar mereka selalu dalam lindungan Allah.

Sunnah yang diamalkan mendoakan istri dalam setiap kesempatan. Membaca doa bersama sebelum tidur. Dan mengajak istri dalam kebaikan dan ibadah.

Dengan demikian, menjadi suami yang baik bukan hanya tentang memenuhi kebutuhan materi, tetapi juga tentang meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam memperlakukan pasangan.

Sunnah-sunnah Nabi ini adalah panduan terbaik bagi para suami yang ingin membangun rumah tangga yang harmonis dan penuh berkah.

“Rasulullah adalah teladan yang baik bagi kalian yang mengharapkan rahmat Allah dan hari akhir.” (QS. Al-Ahzab: 21).

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pemimpin umat muslim #7 teladan #kamu harus tau #Nabi Muhamad #Membangun Rumah Tangga