JP Radar Kediri – Salat Istisqa’ adalah Salat sunnah yang dilaksanakan untuk memohon hujan kepada Allah SWT ketika terjadi kemarau panjang.
Salat ini merupakan bentuk tawakkal dan pengharapan umat Muslim kepada Sang Pencipta agar diturunkan hujan yang membawa keberkahan.
Berikut adalah bacaan niat serta tata cara pelaksanaan Salat Istisqa’.
INFORMASI PENDAFTARAN KOMPETISI KOMPETENSI AKADEMIK 2025
Apa itu kompetisi kempetensi akademik? Baca di sini
Daftar di link berikut: https://rkomnibus.com/
Contac person: 0813-3563-2111 (heri)
Hal pertama, adalah niat salat Istisqa’. Sebelum memulai Salat, seorang imam atau makmum melafalkan niat berikut:
نَوَيْتُ صَلَاةَ الْاِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
"Nawaitu Salatal istisqoo'i rok'ataini lillahi ta'ala."
Artinya: "Aku berniat Salat Istisqa’ dua rakaat karena Allah Ta’ala."
Jika menjadi makmum, tambahkan:
مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى
"Ma’muman lillahi ta’ala."
Kemudian, mengenai tata cara salat istisqa’. Salat Istisqa’ mirip dengan Salat Id (Idul Fitri/Idul Adha), namun memiliki beberapa perbedaan dalam pelaksanaannya.
Berikut langkah-langkahnya. Salat istisqa’ dilakukan di tanah lapang (bukan di masjid, kecuali ada uzur). Disunnahkan untuk berpuasa, bertaubat, dan memperbanyak sedekah sebelum Salat.
Imam atau pemimpin mengajak masyarakat untuk bertaubat dan meninggalkan kedzaliman.
Untuk pelaksanaan salat istisqa’ sebagai berikut.
Pertama, niat dan diteruskan takbiratul ihram. Kedua, pada rakaat pertama, takbir sebanyak 7 kali (selain takbiratul ihram).
Di antara takbir, dianjurkan membaca:
سُبْحَانَ اللّٰهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَاللّٰهُ أَكْبَرُ
"Subhanallah, walhamdulillah, wa laa ilaha illallah, wallahu akbar."
Ketiga, membaca Surah Al-Fatihah dan Surah Pendek. Setelah takbir, membaca Al-Fatihah dan surah yang dianjurkan, seperti Surah Al-A’la (QS. 87) pada rakaat pertama.
Keempat, ruku’, I’tidal, Sujud. Dilakukan seperti Salat biasa. Kelima, rakaat kedua takbir 5 kali (selain takbir bangkit dari sujud).
Membaca Al-Fatihah dan surah pendek, seperti Surah Al-Ghasyiyah (QS. 88). Ruku’, sujud, tasyahud, dan salam seperti biasa.
Setelah salat istisqa’ dilanjutkan khutbah. Imam menyampaikan khutbah dengan memuji Allah, membaca istighfar, dan berdoa memohon hujan.
Dianjurkan mengangkat tangan saat berdoa dan menghadap kiblat.
Doa yang sering dibaca:
اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا مَرِيعًا نَافِعًا غَيْرَ ضَارٍّ
"Allahumma sqina ghaitsan mughitsan marii’an mari’an nafi’an ghoiro dhorrin."
Artinya: "Ya Allah, turunkanlah hujan yang menyuburkan, bermanfaat, tidak membahayakan."
Adapun, sunnah-Sunnah dalam Salat Istisqa’. Antara lain memakai pakaian sederhana (tidak mewah) sebagai bentuk rendah diri di hadapan Allah.
Mengajak anak kecil, orang tua, dan hewan ternak untuk ikut berdoa. Berdoa dengan khusyuk dan penuh keyakinan.
Jadi, Salat Istisqa’ adalah ibadah yang diajarkan Rasulullah ﷺ sebagai bentuk permohonan hujan kepada Allah.
Dengan melaksanakannya secara khusyuk dan disertai taubat, diharapkan Allah SWT mengabulkan doa dan menurunkan hujan yang penuh berkah.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah