Pernah membayangkan ada hewan yang badannya kayak berang-berang? Tapi memiliki paruh seperti bebek?
Eh, ketika ditelusuri lebih jauh, ternyata dia mamalia. Dan.....bertelur!
Penasaran? Nah, mari berkenalan dengan hewan bernama platipus ini. Hewan unik asal Australia yang sering dijuluki sebagai “duckbill” karena bentuk paruhnya yang mirip bebek. Dari penampilannya saja sudah bisa bikin orang garuk-garuk kepala.
Waktu ilmuwan Eropa pertama kali menemukan hewan ini di abad ke-18, mereka sempat berpikir ini hoaks. Serius! Mereka mengira bangkai platipus adalah hasil jahitan iseng antara bebek dan berang-berang. Tapi ternyata, hewan ini beneran nyata dan punya tempat khusus dalam dunia ilmiah.
Platipus punya nama ilmiah Ornithorhynchus anatinus. Agak ribet, tapi kalau diterjemahkan, artinya “bercakar seperti burung dan seperti bebek.”
Nama ini sudah pas untuk menggambarkan hewan aneh nan menggemaskan ini. Walaupun lucu, platipus ternyata punya banyak fakta mengejutkan yang bikin kita makin kagum.
Yuk, kita simak fakta-fakta tentang hewan ini.
Masuk kelompok Monotremata
Hewan ini termasuk dalam kelompok monotremata. Yaitu jenis mamalia yang bertelur. Di dunia ini cuma ada dua jenis mamalia yang bertelur: platipus dan echidna.
Jadi, bisa dibilang platipus termasuk hewan eksklusif. Mereka nggak ngikutin "pakem" mamalia pada umumnya yang melahirkan.
Paruhnya Memiliki Kemampuan Elektrolokasi
Satu hal yang bikin platipus makin unik adalah paruhnya. Jangan bayangkan paruh kaku kayak bebek. Paruh platipus itu lembut, lentur, dan penuh sensor.
Paruh ini mampu mendeteksi getaran listrik dari makhluk kecil yang tersembunyi di dasar sungai. Kemampuan ini disebut elektrolokasi—dan jarang sekali dimiliki mamalia.
Selaput di Jari Kaki Bisa Dilipat ketika di Darat
Selain itu, kaki platipus juga dilengkapi selaput renang. Mirip seperti katak atau bebek. Tapi uniknya, selaput ini bisa dilipat saat berjalan di darat.
Di air, mereka berenang dengan gaya dada, dan saat menyelam, mata, telinga, serta hidung mereka tertutup rapat. Canggih banget, kan?
Bikin Lubang Sarang di Tepi Sungai
Platipus hidup di sepanjang sungai dan danau di Australia Timur dan Tasmania. Mereka suka dengan lingkungan yang bersih dan berair tenang.
Biasanya, mereka bikin lubang sarang di tepi sungai untuk beristirahat dan bertelur. Habitat alami mereka kini makin terancam karena aktivitas manusia.
Tak Punya Gigi, Kunyah Makanan dengan Lempeng Rahang
Soal makan, platipus adalah pemakan serangga, cacing, udang kecil, dan makhluk air lainnya. Mereka menyelam dan menggali lumpur untuk mencari makanan.
Uniknya, mereka nggak punya gigi. Jadi makanan dikunyah pakai lempengan keras di rahangnya dan ditelan bareng kerikil kecil untuk membantu proses pencernaan.
Awas, Taji Beracun di Kaki Belakang
Meski terlihat imut, platipus jantan punya senjata rahasia: taji beracun di kaki belakang. Racunnya bisa bikin bengkak dan nyeri luar biasa pada manusia.
Fungsi racun ini diperkirakan untuk melawan platipus jantan lain saat musim kawin. Jadi, jangan coba-coba pegang sembarangan ya!
Susu Keluar dari Pori-Pori
Kalau ngomongin soal reproduksi, platipus betina biasanya bertelur dua butir. Kemudian menetaskan anaknya di dalam sarang yang hangat.
Bayi platipus akan menyusu dari kelenjar susu induknya, walaupun si induk nggak punya puting. Susunya keluar lewat pori-pori kulit. Keren banget, kan?
Tergolong Hewan Primitif
Secara ilmiah, platipus termasuk hewan primitif. Banyak ciri-cirinya yang mirip dengan nenek moyang mamalia dan reptil purba.
Inilah yang bikin platipus jadi spesies penting dalam studi evolusi. Mereka seperti “jembatan hidup” antara masa lalu dan sekarang.
Merupakan Hewan Nocturnal
Di alam liar, platipus termasuk hewan soliter. Dia juga aktif di malam hari alias nokturnal.
Siang hari biasanya mereka habiskan untuk tidur di dalam liang. Malamnya, barulah mereka berburu makanan di sungai sambil menyelam dan menjelajahi dasar perairan.
Spesies yang Dilindungi
Karena habitatnya makin sempit dan populasinya nggak sebanyak dulu, platipus kini masuk dalam daftar spesies yang dilindungi. Ancaman utama mereka datang dari polusi air, pembangunan di sekitar sungai, dan perubahan iklim. Konservasi dan perlindungan sungai jadi penting banget buat kelangsungan hidup mereka.
Saat Terganggu Mengeluarkan Suara Mendesis
Fakta lain yang bikin platipus makin menarik: mereka nggak bersuara seperti kucing atau anjing. Tapi saat merasa terganggu atau stres, mereka bisa mengeluarkan suara mendesis yang pelan. Jadi, walau kalem, mereka tetap punya cara buat memberi tahu kalau mereka nggak nyaman.
Tak Cocok Jadi Hewan Peliharaan
Oh iya, platipus juga nggak bisa dijadikan hewan peliharaan. Selain karena dilindungi, mereka punya kebutuhan habitat khusus dan sifat yang nggak cocok dipelihara di rumah. Jadi, lebih baik kita nikmati keberadaan mereka dari kejauhan dan bantu jaga lingkungan tempat tinggal mereka.
Akhirnya, platipus adalah bukti nyata bahwa Tuhan punya kreativitas luar biasa dalam menciptakan makhluk hidup. Dari bentuknya yang nyeleneh sampai kemampuannya yang canggih, semua bikin kita sadar bahwa dunia ini penuh keajaiban yang masih terus bisa kita pelajari.(*)
Editor : Mahfud