JP Radar Kediri – Salat Subuh merupakan salah satu salat fardhu yang memiliki keutamaan besar dalam Islam. Dilaksanakan pada waktu fajar hingga terbit matahari, salat Subuh terdiri dari 2 rakaat.
Namun, sebelum melaksanakannya, seorang Muslim harus memahami niat dan tata cara salat Subuh dengan benar agar ibadahnya sah dan diterima oleh Allah SWT.
Niat adalah penentu sah atau tidaknya suatu ibadah. Niat salat Subuh diucapkan dalam hati sebelum takbiratul ihram. Berikut lafadz niatnya.
Niat Salat Subuh Sendiri (Munfarid) berikut.
"Usholli fardhash shubhi rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa'an lillaahi ta'aalaa."
Artinya: "Aku berniat salat fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."
Sedangkan niat salat subuh sebagai makmum.
"Usholli fardhash shubhi rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa'an ma'muuman lillaahi ta'aalaa."
Artinya: "Aku berniat salat fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta'ala."
Lalu, niat salat subuh sebagai imam.
"Usholli fardhash shubhi rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa'an imaaman lillaahi ta'aalaa."
Artinya: "Aku berniat salat fardhu Subuh dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala."
Kemudian, tata cara salat subuh. Setelah membaca niat, berikut urutan tata cara salat Subuh yang benar.
Pertama, takbiratul ihram. Angkat kedua tangan sejajar telinga sambil mengucapkan "Allahu Akbar". Letakkan tangan kanan di atas tangan kiri di bawah dada atau perut (sedekap).
Kedua, membaca doa iftitah (Sunnah).
"Allahu akbar kabiraa walhamdu lillahi katsiraa, wa subhanallahi bukratan wa ashila..."
Ketiga, membaca surat Al-Fatihah. Wajib membaca Al-Fatihah di setiap rakaat.
Keempat, membaca surat pendek (Sunnah). Setelah Al-Fatihah, disunnahkan membaca surat pendek, seperti pada rakaat pertama Surat Al-Kafirun, Al-Ikhlas, atau lainnya. Rakaat Kedua:** Surat Al-Ikhlas, An-Nas, atau lainnya.
Kelima, rukuk. membaca "Allahu Akbar" sambil ruku’. Punggung lurus, tangan memegang lutut. Membaca doa ruku’ "Subhana rabbiyal 'adhim" (3x).
Keenam, i’tidal (Berdiri dari Ruku’). Bangkit dari ruku’ sambil membaca "Sami'allahu liman hamidah". Saat berdiri tegak, membaca "Rabbanaa lakal hamdu mil'us samawaati wa mil'ul ardhi...".
Ketujuh, sujud. Turun sujud sambil membaca "Allahu Akbar". Letakkan dahi, hidung, kedua tangan, lutut, dan ujung kaki di lantai. Membaca doa sujud "Subhana rabbiyal a'la" (3x).
Kedelapan, duduk di antara dua sujud. Bangkit dari sujud pertama sambil membaca "Allahu Akbar". Duduk iftirasy (duduk sebentar sebelum sujud kedua). Membaca doa "Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa'nii warzuqnii wahdinii wa 'aafinii wa'fu 'annii".
Kesembilan, sujud kedua. Kembali sujud dengan bacaan yang sama seperti sujud pertama.
Kesepuluh, bangkit untuk rakaat kedua. Setelah sujud kedua, berdiri untuk rakaat kedua dengan gerakan dan bacaan yang sama.
Kesebelas, tasyahud akhir. Setelah rakaat kedua, duduk tawaruk (kaki kiri di bawah, kaki kanan tegak). Membaca tasyahud akhir.
Terakhir, salam. Menoleh ke kanan sambil mengucapkan "Assalamu'alaikum wa rahmatullah". Kemudian menoleh ke kiri dengan bacaan yang sama.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah