Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Para Suami Harus Baca Ini! Pahala Besar Menanti Bersabar saat Diomeli Istri.

Mohammad Basid Alharis • Rabu, 23 Juli 2025 | 01:36 WIB
Ilustrasi istri marah ke suami.
Ilustrasi istri marah ke suami.

 

JP Radar Kediri – Dalam kehidupan rumah tangga, tidak selamanya berjalan mulus. Ada kalanya suami diuji dengan sikap istri yang mudah marah, emosional, atau berkata kasar.

Namun, dalam Islam, setiap ujian yang dihadapi dengan sabar dan ikhlas dapat bernilai pahala besar di sisi Allah. Bahkan ketika seorang suami dimarahi istrinya dan mampu menahan diri, hal itu bisa menjadi amal ibadah yang sangat tinggi nilainya.

Pertama, Islam memandang kesabaran sebagai kemuliaan. Allah Ta'ala berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang bersabar akan diberikan pahala tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10).

Ketika seorang suami bersabar atas perilaku istri yang kasar, tidak menghina, tidak membalas dengan kemarahan, maka ia sedang melatih jiwanya untuk tunduk kepada Allah, bukan kepada hawa nafsu.

Kesabaran seperti ini bukan kelemahan, tapi kekuatan hati yang sangat besar di sisi Allah.

Kedua, suami adalah pemimpin yang menjadi teladan. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman, “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita...” (QS. An-Nisa: 34).

Sebagai pemimpin, suami dituntut untuk memiliki kematangan emosi dan kelapangan hati. Ketika dimarahi, lalu ia bersabar dan tidak membalas dengan makian atau tindakan kasar, maka ia menunaikan perannya dengan benar.

Ketiga, pahala bagi suami yang menahan amarah. Nabi Muhammad ﷺ bersabda, "Siapa yang menahan amarah padahal dia mampu melampiaskannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan seluruh makhluk pada Hari Kiamat dan memberinya pilihan bidadari surga yang dia inginkan." (HR. Abu Dawud, Tirmidzi).

Hadis ini menunjukkan bahwa menahan amarah itu adalah ibadah besar, apalagi jika dilakukan dalam situasi yang sangat emosional seperti saat dimarahi istri.

Keempat, dimarahi istri bisa menjadi penghapus dosa. Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidaklah seorang Muslim tertimpa kelelahan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, atau bahkan duri yang menusuknya, kecuali Allah akan menghapus sebagian dosa-dosanya karena itu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jadi, ketika seorang suami diuji dengan istri yang sering marah-marah atau berkata kasar, lalu ia tetap sabar, bisa jadi itu adalah cara Allah menggugurkan dosa-dosanya dan meninggikan derajatnya.

Kelima, jangan membalas, tetapi balaslah dengan akhlak mulia. Allah berfirman, "Tolaklah (kejahatan) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antara kamu dan dia ada permusuhan seakan-akan telah menjadi teman yang sangat setia." (QS. Fussilat: 34).

Suami yang tetap lembut dan santun saat dimarahi istri menunjukkan akhlak Rasulullah ﷺ. Nabi sendiri pernah diuji oleh para istrinya, namun beliau selalu membalasnya dengan kesabaran dan kasih sayang.

Jadi, dalam Islam kesabaran adalah kunci utama meraih pahala besar. Ketika suami mampu bersabar atas kemarahan istri tanpa membalas dengan kekerasan atau hinaan, maka ia telah menjalani bagian dari jihad melawan hawa nafsu.

Allah akan membalas dengan ampunan, pahala, dan kemuliaan di dunia maupun akhirat. Sabar bukan berarti diam terus-menerus. Suami tetap bisa menasihati istrinya dengan lembut dan bijak, mencari waktu yang tepat untuk berdialog, dan memperbaiki komunikasi rumah tangga.

 

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#islam #rumah tangga #pernikahan #muslim