Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengapa Pernikahan Salah Satu Ibadah Dibenci oleh Setan? Ini Jawabannya.

Mohammad Basid Alharis • Senin, 21 Juli 2025 | 22:41 WIB
Ilustrasi pernikahan seorang laki-laki dan perempuan.
Ilustrasi pernikahan seorang laki-laki dan perempuan.

 

JP Radar Kediri – Pernikahan adalah salah satu ibadah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Bukan hanya menyatukan dua insan dalam ikatan halal, pernikahan juga merupakan jalan menuju ketenteraman jiwa, penjagaan diri dari maksiat, serta sarana melestarikan keturunan dalam bingkai syariat.

Karena mulianya ibadah ini, setan sangat membencinya dan berusaha keras untuk menghalangi atau merusaknya.

Pertama, pernikahan menjaga dari zina, jalan kesukaan setan. Zina adalah salah satu dosa besar yang membuka banyak pintu kerusakan.

Setan sangat menyukai zina karena ia menghancurkan moral, merusak keturunan, dan menodai kesucian jiwa. Pernikahan justru mencegah terjadinya zina dengan menyediakan jalan yang halal untuk memenuhi kebutuhan biologis manusia.

Rasulullah ﷺ bersabda, "Wahai para pemuda, barang siapa di antara kalian yang telah mampu menikah, maka menikahlah. Karena menikah itu lebih menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan." (HR. Bukhari dan Muslim).

Pernikahan adalah tameng dari fitnah syahwat yang sangat disukai setan. Maka tak heran, setan akan berusaha menghalangi jalan menuju pernikahan dengan berbagai cara.

Mulai dari mempersulit jodoh, menanamkan rasa takut menikah, atau membuat orang sibuk dengan standar duniawi yang berlebihan.

Kedua, pernikahan membangun keluarga sakinah, benteng peradaban. Setan ingin merusak tatanan masyarakat dengan memecah belah keluarga.

Ia sangat membenci rumah tangga yang harmonis, sakinah, mawaddah, dan rahmah, karena itu menjadi benteng terkuat dalam membangun masyarakat Islam yang kuat.

Allah berfirman, "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu pasangan-pasangan dari jenismu sendiri supaya kamu merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang." (QS. Ar-Rum: 21).

Setan akan berusaha menabur benih konflik dalam rumah tangga, memunculkan rasa curiga, amarah, dan ego, agar keharmonisan sirna.

Ketiga, pernikahan melahirkan generasi bertauhid. Dari pernikahan yang berkah akan lahir keturunan yang dididik dalam nilai-nilai tauhid dan akhlak Islam.

Ini tentu sangat mengancam misi setan yang ingin membawa sebanyak mungkin manusia ke neraka.

Rasulullah ﷺ bersabda, "Menikahlah dengan wanita yang penyayang dan subur, karena aku akan membanggakan jumlah umatku yang banyak di hadapan umat-umat lain pada hari kiamat." (HR. Abu Dawud dan An-Nasa’i).

Setan ingin keturunan manusia lahir dari hubungan haram, tumbuh tanpa nilai agama, dan jauh dari fitrah. Karena itu, pernikahan yang sah secara syar’i menjadi penghalang besar bagi misi kegelapannya.

Keempat, setan merasa gagal ketika manusia menyempurnakan ibadahnya.

Pernikahan bukan hanya urusan dunia, tapi juga bentuk penyempurnaan separuh agama. Dalam Islam, pernikahan adalah ibadah yang luar biasa besar nilainya.

Rasulullah ﷺ bersabda, "Apabila seorang hamba telah menikah, maka sungguh ia telah menyempurnakan separuh agamanya. Maka hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam separuh yang lainnya." (HR. Al-Baihaqi).

Pernikahan menjadikan seseorang lebih stabil secara emosional dan spiritual. Setan tidak ingin manusia menjadi hamba yang lebih kuat dalam iman dan lebih taat dalam ibadah, karena itu pernikahan menjadi musuhnya.

Kelima, iblis merasa bangga ketika rumah tangga rusak. Dalam sebuah hadis, disebutkan bahwa Iblis mengutus pasukannya untuk menyesatkan manusia, dan ketika ada yang berhasil membuat suami-istri bercerai, ia memberikan penghargaan khusus.

Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya Iblis meletakkan singgasananya di atas air, lalu mengutus bala tentaranya... Yang paling dekat kedudukannya dengan Iblis adalah yang paling besar fitnahnya. Salah satu dari mereka datang dan berkata: 'Aku telah melakukan ini dan itu.' Iblis berkata: 'Engkau belum melakukan apa-apa.' Lalu datang yang lain dan berkata: 'Aku tidak meninggalkannya (pasangan suami-istri) hingga aku berhasil menceraikannya.' Maka Iblis mendekatkannya dan berkata: 'Engkau yang terbaik.'"
(HR. Muslim)

Ini menunjukkan betapa pernikahan yang harmonis sangat tidak disukai oleh setan, dan perceraian menjadi salah satu prestasi tertingginya.

Dengan demikian, pernikahan bukan sekadar ikatan antara dua insan, tetapi bagian dari jihad dalam membangun masyarakat yang beriman dan kuat.

Setan membencinya karena ia merusak seluruh rencana gelapnya mulai zina, kerusakan generasi, perpecahan keluarga, dan kelemahan umat.

Karena itu, perlu menjaga niat yang lurus saat menikah. Memperkuat rumah tangga dengan ibadah bersama.

Menahan amarah dan memperbanyak komunikasi. Dan menghindari bisikan buruk dan curiga tanpa dasar.

 

 

Untuk mendapatkan berita- berita terkini  Jawa Pos  Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#ibadah #Hamba Allah #Rasulullah #pernikahan #zina #setan