Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Adab Berdoa agar Mustajab, Panduan Lengkap Menurut Islam.

Mohammad Basid Alharis • Rabu, 16 Juli 2025 | 23:02 WIB
Ilustrasi orang berdoa.
Ilustrasi orang berdoa.

JP Radar Kediri – Doa adalah senjata utama seorang Muslim dalam menghadapi segala ujian dan memohon pertolongan Allah SWT.

Namun, tidak semua doa diijabah dengan cepat. Ada adab-adab tertentu yang diajarkan Rasulullah ﷺ agar doa lebih mustajab (dikabulkan).

Doa secara bahasa berarti memanggil atau memohon, sedangkan secara syar'i adalah permohonan seorang hamba kepada Allah SWT dengan penuh kerendahan hati.

Allah berfirman, "Dan Tuhanmu berfirman: 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan.” (QS. Ghafir: 60).

“Doa adalah ibadah, bahkan doa adalah otaknya ibadah”. (HR. Tirmidzi).

Adapun syarat utama doa segera dikabulkan. Antara lain dalam berdoa harus ikhlas hanya kepada Allah dengan tidak menyekutukan-Nya. Kemudian, juga harus yakin akan dikabulkan. Rasulullah ﷺ bersabda, "Berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan." (HR. Tirmidzi).

Kemudian, dalam berdoa memohon dengan hati khusyuk dengan tidak asal mengucap.

Jika sudah mengetahui syaratnya, Adapun beberapa adab berdoa yang dianjurkan. Pertama, memulai dengan pujian dan shalawat. Contohnya Alhamdulillah, wash-shalatu was-salamu 'ala Rasulillah. Rasulullah ﷺ bersabda, "Setiap doa akan terhalang hingga diucapkan shalawat untuk Nabi ﷺ." (HR. Thabrani)

Kedua, berwudhu dan menghadap kiblat (jika memungkinkan). Ketiga, mengangkat tangan dengan rendah hati. Rasulullah ﷺ bersabda, "Sesungguhnya Allah Maha Pemalu lagi Maha Mulia, Dia malu jika hamba-Nya mengangkat tangan berdoa lalu mengembalikannya dalam keadaan hampa." (HR. Abu Daud).

Keempat, memilih doa yang ma’tsur (diajarkan Nabi ﷺ). Contoh "Rabbana atina fid-dunya hasanah, wa fil-akhirati hasanah, wa qina 'adzaban-nar”. Kelima, berdoa dengan suara lembut dan penuh harap. Allah berfirman, "Berdoalah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut." (QS. Al-A’raf: 55).

Keenam, dalam berdoa tidak tergesa-gesa. Rasulullah ﷺ bersabda, "Akan dikabulkan doa salah seorang di antara kalian selama tidak tergesa-gesa, yaitu dengan mengatakan, ‘Aku sudah berdoa tetapi belum dikabulkan”. (HR. Bukhari & Muslim).

Lalu, ada beberapa waktu utama doa mustajab diantaranya di sepertiga malam terakhir. Setelah shalat wajib, saat berbuka puasa. Di antara adzan dan iqamah. Hari Jum’at, terutama di waktu mustajab (misal saat khatib duduk antara dua khutbah). Dan saat sujud dalam shalat.

Ada pula empat faktor penghalang terkabulnya doa. Yakni makanan, pakaian, atau harta dari sumber haram.

Rasulullah ﷺ menyebutkan tentang seorang yang "makanan haram, pakaian haram, dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimana doanya akan dikabulkan?” (HR. Muslim). Berdoa untuk keburukan atau memutus silaturahmi. Dan hati yang lalai dan tidak khusyuk.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Shinta Nurma Ababil
#memohon #doa harian #muslim #Adab Adab #diijabah allah