Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Panduan Lengkap Tata Cara dan Niat Salat Taubat.

Mohammad Basid Alharis • Rabu, 9 Juli 2025 | 22:47 WIB
Ilustrasi orang salat Taubat.
Ilustrasi orang salat Taubat.

 

JP Radar Kediri – Apa itu Salat Taubat? Salat Taubat adalah salat sunnah yang dikerjakan seorang Muslim ketika menyadari telah melakukan dosa dan ingin memohon ampun kepada Allah SWT dengan sepenuh hati.

Salat ini menjadi bentuk nyata penyesalan dan kesungguhan untuk tidak mengulangi kesalahan tersebut. Allah SWT berfirman dalam QS. Az-Zumar ayat 53, “Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya...”

Lalu, kapan waktu melaksanakan salat taubat? Salat taubat tidak terikat waktu tertentu, asalkan tidak dilakukan pada waktu-waktu yang dilarang untuk salat. Seperti setelah salat Subuh hingga matahari terbit. Ketika matahari tepat di atas kepala (sekitar waktu Dzuhur). Setelah salat Ashar hingga matahari terbenam.

Salat taubat dikerjakan minimal dua rakaat, namun boleh juga dilakukan dalam 4 atau 6 rakaat, sesuai kemampuan dan kesungguhan.

Kemudian, niat salat taubat. Ini niat salat taubat sebagai berikut:
“Ushallii sunnatat taubati rak‘ataini lillaahi ta‘aalaa.”

Artinya:
Aku niat salat sunnah taubat dua rakaat karena Allah Ta’ala.

Berikut tata cara salat taubat dua rakaat, seperti salat sunnah biasa. Rakaat pertama, niat salat taubat, takbiratul ihram, membaca doa iftitah (sunnah), membaca surat Al-Fatihah, membaca surat pendek (disarankan surat yang menyentuh hati seperti Al-Ikhlas, At-Takatsur, atau Al-Zalzalah).

Rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, bangkit ke rakaat kedua.

Rakaat kedua membaca surat Al-Fatihah, membaca surat pendek, rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, sujud kedua, duduk tasyahud akhir dan salam.

Setelah salat, perbanyak istighfar dan doa dengan hati yang penuh penyesalan. Contoh “Astaghfirullāh al-‘azhim alladzī lā ilāha illā huwa al-ḥayyul-qayyūm wa atūbu ilaih.”
(Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup dan terus-menerus mengurus makhluk-Nya, dan aku bertaubat kepada-Nya.)

Bisa juga dilanjutkan dengan doa pribadi, minta ampun atas dosa-dosa yang pernah dilakukan.

Taubat yang diterima Allah memiliki beberapa syarat antara lain menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan. Berhenti dari perbuatan dosa tersebut. Berkomitmen tidak mengulangi dosa itu lagi. Dan bila dosanya menyangkut hak orang lain, harus mengembalikan hak atau meminta maaf.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#Allah SWT #salat taubat #memohon ampun #muslim