Sebelum menikah, banyak pasangan masih mempercayai perhitungan weton jodoh sebagai petunjuk kecocokan dan nasib rumah tangga mereka kelak.
Tradisi ini bukan sekadar mitos. Weton yang berasal dari perpaduan hari lahir (Senin–Minggu) dan pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon), dipercaya bisa “membaca” masa depan hubungan, mulai dari potensi rezeki, keharmonisan, sampai risiko pertengkaran.
1. Apa Itu Weton? Ini Penjelasan Singkatnya
Weton adalah hasil gabungan antara hari lahir umum (Senin hingga Minggu) dan hari pasaran Jawa (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon). Masing-masing hari memiliki nilai atau neptu tertentu.
Berikut nilai dari masing-masing hari dan pasaran:
-
Neptu hari:
-
Senin: 4
-
Selasa: 3
-
Rabu: 7
-
Kamis: 8
-
Jumat: 6
-
Sabtu: 9
-
Minggu: 5
-
Baca Juga: Percaya Nggak Percaya, Weton Bisa Tentukan Langgeng Nggaknya Pernikahanmu! Ini Alasannya
-
Neptu pasaran:
-
Legi: 5
-
Pahing: 9
-
Pon: 7
-
Wage: 4
-
Kliwon: 8
-
Neptu hari dan pasaran dari masing-masing calon mempelai kemudian dijumlahkan. Hasil dari jumlah tersebut akan masuk ke dalam salah satu dari delapan kategori jodoh dalam primbon Jawa.
2. Delapan Kategori Weton Jodoh dan Maknanya
Berikut delapan kategori hasil hitungan weton yang dipercaya menggambarkan gambaran kehidupan rumah tangga pasangan:
Baca Juga: 7 Weton Ini Diramal Banjir Rezeki dan Keberuntungan di Bulan Suro 2025, Cek Punyamu Termasuk?
a. Pegat (1, 9, 10, 18, 19, 27, 28, 36)
Pasangan dalam kategori ini dipercaya sering dilanda pertengkaran dan konflik besar. Bahkan, berisiko tinggi berujung pada perpisahan atau perceraian. Diperlukan komunikasi yang ekstra sabar agar rumah tangga bisa tetap utuh.
b. Ratu (2, 11, 20, 29)
Ini adalah kategori terbaik dalam weton jodoh. Pasangan Ratu disebut sebagai pasangan sejati yang saling mencintai, saling melengkapi, dan hidup dalam keharmonisan. Banyak yang percaya bahwa jodoh seperti ini adalah anugerah.
c. Jodoh (3, 12, 21, 30)
Mirip dengan Ratu, pasangan kategori Jodoh sudah ditakdirkan bersama. Meski ada masalah kecil, keduanya bisa saling menerima kelebihan dan kekurangan satu sama lain.
d. Topo (4, 13, 22, 31)
Pasangan ini akan banyak menghadapi ujian di awal pernikahan. Namun jika berhasil melewatinya, hubungan mereka akan berbuah keharmonisan dan kebijaksanaan dalam membina keluarga.
e. Tinari (5, 14, 23, 32)
Tinari identik dengan keberuntungan. Pasangan ini diyakini akan memperoleh rezeki melimpah dan kebahagiaan dalam rumah tangga. Mereka juga cenderung dijauhkan dari konflik besar.
f. Padu (6, 15, 24, 33)
Pasangan Padu sering berselisih, bahkan untuk hal-hal sepele. Meski begitu, konflik ini tidak selalu berujung perceraian, selama keduanya mampu menahan ego dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.
g. Sujanan (7, 16, 25, 34)
Kategori ini perlu diwaspadai. Pasangan Sujanan rawan dengan pengkhianatan atau perselingkuhan, baik dari pihak pria maupun wanita. Jika tidak dibangun dengan kepercayaan dan komunikasi yang kuat, rumah tangga bisa runtuh sewaktu-waktu.
h. Pesthi (8, 17, 26, 35)
Pesthi mencerminkan kehidupan rumah tangga yang tenang, damai, dan harmonis. Pasangan ini meskipun menghadapi masalah, tetap bisa menyelesaikannya bersama dan menjaga keutuhan keluarga.
Baca Juga: Weton Tulang Wangi, Lahir dengan Aura Gaib? Ini Ciri-ciri dan Pengaruhnya Saat Malam 1 Suro
3. Begini Cara Menghitung Weton Pasangan
Setiap hari dan pasaran memiliki nilai angka tersendiri. Nilai dari masing-masing calon mempelai dijumlahkan, lalu dicocokkan dengan kategori ramalan jodoh.
Neptu hari:
-
Senin (4), Selasa (3), Rabu (7), Kamis (8), Jumat (6), Sabtu (9), Minggu (5)
Neptu pasaran:
-
Legi (5), Pahing (9), Pon (7), Wage (4), Kliwon (8)
Angka total dari pasangan ini akan menentukan ke dalam kategori apa hubungan mereka masuk. Masyarakat Jawa menyebutnya “petungan jodoh”.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira