JP Radar Kediri - Kediri merupakan wilayah yang sangat strategis, baik pada masa kerajaan maupun masa kolonial Belanda.
Sejak berada di bawah pemerintahan Hindia Belanda, perekonomian Kediri ditopang oleh sektor perkebunan dan pertanian. Semua sistem tersebut diciptakan dan dikelola oleh pemerintah kolonial.
Kemunculan pabrik-pabrik milik pemerintah Hindia Belanda juga turut membawa dampak besar. Salah satunya adalah munculnya pemukiman orang Eropa di Kediri, yang dikenal sebagai Europeesche Wijk.
Sensus penduduk yang dilakukan oleh pemerintah kolonial pada tahun 1920 mencatat bahwa jumlah orang Eropa yang tinggal di wilayah Kediri mencapai 2.183 jiwa.
Sebagian besar merupakan kelompok Eropa kelas atas. Mereka menetap di wilayah Kediri bagian barat, yang menjadi lokasi berbagai kantor pemerintahan seperti kantor polisi, jawatan pekerjaan umum, sekolah Eropa, gereja, dan rumah sakit.
Orang-orang Eropa yang tinggal di barat Kediri ini umumnya adalah para pegawai instansi pemerintah atau perusahaan-perusahaan Barat yang menjalankan usaha di Kediri, bersama keluarga mereka.
Terdapat pembagian wilayah yang mencolok di Kediri pada masa itu:
Orang-orang Eropa menetap di barat Sungai Brantas, sedangkan orang-orang Tionghoa bermukim di timur Sungai Brantas dan membentuk kawasan pecinan.
Pemukiman orang Eropa di Kediri dilindungi oleh Benteng Blokhuis yang didirikan pada tahun 1835. Benteng ini difungsikan untuk menjaga area gedung-gedung pemerintahan seperti kantor keresidenan, kantor afdeling bank, sekolah anak-anak Eropa, Gereja Merah, serta gedung-gedung perkantoran dan rumah-rumah warga Eropa.
Bangunan-bangunan peninggalan Europeesche Wijk masih bisa kita saksikan hingga sekarang.
Letaknya berada di sekitar kawasan barat Sungai Brantas, seperti SMA Negeri 1 Kediri, Gereja Merah, bekas Benteng Blokhuis yang kini menjadi kantor Polwil Kediri, Bank BRI yang dahulu merupakan Afdeeling Bank, serta rumah bekas Freemason.
Penulis adalah Yulita Dyah Kusumasari, mahasiswa magang jurusan Ilmu Sejarah dari Universitas Airlangga Surabaya
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah