JP Radar Kediri – Hari Raya Idul Adha adalah salah satu dari dua hari raya utama dalam Islam, selain Idul Fitri. Banyak amalan sunnah yang dianjurkan pada hari besar ini. Amalan tersebut tidak hanya menyangkut ibadah kurban, tetapi juga mencakup tata cara menyambut dan merayakan hari raya dengan cara yang sesuai dengan syariat.
Pertama, didalam kitab al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab karya Imam Nawawi, dijelaskan bahwa mandi sebelum berangkat shalat Id adalah sunnah bagi laki-laki dan perempuan, baik yang akan menghadiri shalat maupun tidak.
"Dan sunnah mandi untuk shalat dua hari raya berdasarkan ijma’ ulama, sebagaimana halnya untuk shalat Jumat." (Imam Nawawi, al-Majmu’, juz 5).
Kedua, memakai pakaian terbaik dan wewangian. Hal ini dijelaskan dalam kitab I'anatut Thalibin karya Syaikh Sayyid Bakri Syatha disebutkan bahwa memakai pakaian terbaik saat hari raya adalah sunnah, termasuk mengenakan wewangian bagi laki-laki. "Disunnahkan berhias di hari raya, dengan memakai pakaian terbaik dan memakai wewangian."
(Sayyid Bakri Syatha, I’anatut Thalibin, juz 2).
Ketiga, tidak makan sebelum salat Idul Adha. Berbeda dengan Idul Fitri yang disunnahkan makan terlebih dahulu sebelum shalat, pada Idul Adha disunnahkan untuk tidak makan sebelum shalat Id, dan makan setelah menyembelih qurban.
"Dan di antara sunnah Idul Adha adalah tidak makan sampai ia kembali dari shalat lalu memakan daging qurbannya." (Imam Nawawi, al-Majmu’, juz 5).
Keempat, berjalan kaki menuju tempat salat. Jika memungkinkan, disunnahkan untuk berjalan kaki ke tempat pelaksanaan shalat Id, sebagaimana yang dilakukan Nabi Muhammad ﷺ. Dalam Fathul Wahhab disebutkan "Disunnahkan berjalan menuju tempat shalat jika tidak menyusahkan." (Syaikh Zakariya al-Anshari, Fathul Wahhab, juz 1).
Kelima, memperbanyak takbir. Takbir Idul Adha dimulai sejak malam 10 Dzulhijjah hingga akhir hari tasyrik (13 Dzulhijjah). Dalam Nihayatuz Zain, Syaikh Nawawi al-Bantani menjelaskan bahwa takbir muqayyad dimulai setelah shalat Subuh hari Arafah (9 Dzulhijjah) bagi selain jamaah haji.
"Takbir muqayyad disunnahkan bagi selain jamaah haji mulai dari setelah Subuh hari Arafah sampai Ashar hari Tasyriq terakhir." (Syaikh Nawawi al-Bantani, Nihayatuz Zain, hlm. 123).
Keenam, menyembelih hewan kurban. Ibadah kurban adalah amalan utama di hari Idul Adha. Dalam Taqrib karya Abu Syuja’ dijelaskan bahwa kurban itu sunnah muakkadah bagi yang mampu. "Qurban itu sunnah muakkadah dan cukup satu kambing untuk satu orang, sedangkan sapi atau unta cukup untuk tujuh orang." (Abu Syuja’, Matan al-Taqrib).
Ketujuh, menggunakan jalan yang berbeda saat pergi dan pulang. Sebagaimana disebutkan dalam al-Majmu’, Nabi ﷺ biasa berangkat dan pulang dari tempat shalat Id melalui jalan yang berbeda. "Disunnahkan mengambil jalan yang berbeda antara pergi dan pulang dari shalat Id." (Imam Nawawi, al-Majmu’, juz 5).
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah