Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Apa itu Tradisi Nyadran? Warisan Budaya dan Ungkapan Rasa Syukur Leluhur Jawa

Mohammad Basid Alharis • Rabu, 21 Mei 2025 | 21:16 WIB
Ilustrasi tradisi nyadran.
Ilustrasi tradisi nyadran.

 

JP Radar Kediri – Nyadran adalah salah satu tradisi budaya yang masih lestari di kalangan masyarakat Jawa, khususnya di daerah Jawa Tengah, Yogyakarta, dan sebagian Jawa Timur.

Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan rezeki dan keselamatan hidup. Nyadran biasanya dilaksanakan menjelang bulan Ramadhan atau pada waktu-waktu tertentu sesuai tradisi setempat.

Asal usul kata nyadran berasal dari kata "sadran" atau "sadranan", yang diyakini berasal dari kata Arab "syadr" yang berarti dada atau hati, yang kemudian dimaknai sebagai pembersihan hati dan diri.

Tradisi ini merupakan akulturasi antara ajaran Islam dengan kebudayaan lokal Jawa yang sudah ada sejak zaman pra-Islam. Tujuan utama Nyadran adalah untuk mendoakan arwah leluhur agar mendapatkan tempat yang layak di sisi Tuhan serta mempererat tali silaturahmi antar warga.

Beragam kegiatan Nyadran dilakukan orang Jawa. Pertama, adalah berziarah kubur. Kegiatan utama dalam Nyadran ini adalah ziarah ke makam leluhur. Keluarga besar biasanya berkumpul untuk membersihkan makam (nyekar), menaburkan bunga, dan mendoakan arwah.

Kedua, tahlilan dan doa bersama. Setelah ziarah, masyarakat mengadakan tahlilan dan doa bersama. Ini merupakan wujud kebersamaan dan pengingat akan kematian serta pentingnya hidup yang bermakna.

Ketiga, kenduri atau slametan. Dalam tradisi Nyadran, biasanya diadakan kenduri atau slametan, yaitu makan bersama dengan hidangan yang dibawa oleh warga. Makanan yang dibawa disebut berkat, dan akan dibagikan kembali setelah didoakan.

Keempat, kirab budaya (di beberapa daerah). Di beberapa wilayah seperti Magelang atau Klaten, Nyadran dirayakan secara lebih meriah dengan kirab budaya, pertunjukan seni, hingga sedekah bumi sebagai bentuk syukur atas hasil panen.

Lalu, apa nilai-nilai dalam tradisi Nyadran? Nyadran mengandung berbagai nilai luhur. Diantaranya memiliki nilai spiritualitas. Yakni mengingatkan manusia untuk selalu berdoa dan bersyukur kepada Tuhan.

Kemudian, nilai sosial dimana mampu mempererat hubungan antar warga dan keluarga besar. Juga memiliki nilai kebudayaan sebuah tradisi melestarikan warisan budaya leluhur.

Terakhir, ada nilai edukasi. Nilai ini memperkenalkan generasi muda pada nilai-nilai lokal dan pentingnya menghormati leluhur.

Dengan demikian, tradisi Nyadran merupakan warisan budaya yang kaya makna. Meski zaman terus berkembang, tradisi ini tetap relevan sebagai sarana refleksi diri, pemersatu masyarakat, dan pelestari budaya.

 

Menjaga tradisi seperti Nyadran bukan hanya soal melestarikan adat, tetapi juga merawat jati diri dan kearifan lokal yang telah teruji oleh waktu.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#budaya #nyadran #yogyakarta #jawa timur #jawa #jawa tengah #tradisi