Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kenapa Jemaah Haji atau Umrah Wajib Ziarah ke Makam Rasulullah SAW di Raudhah? Ini Jawabannya

Mohammad Basid Alharis • Minggu, 11 Mei 2025 | 20:59 WIB
Suasana area Raudhah di Masjid Nabawi Madinah.
Suasana area Raudhah di Masjid Nabawi Madinah.

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Berziarah ke makam Rasulullah SAW di Masjid Nabawi, Madinah, khususnya di area Raudhah, merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan bagi setiap Muslim yang melaksanakan ibadah haji atau umrah.

Meskipun tidak termasuk rukun atau syarat sahnya haji dan umrah, kunjungan ini memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi dan menjadi bagian penting dari perjalanan ruhani seorang Muslim.

Karena keutamaan Raudhah. Raudhah adalah sebuah area kecil yang terletak antara mimbar Rasulullah SAW dan rumah beliau (yang kini menjadi makam beliau).

Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda, "Antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga (Raudhah min Riyadhil Jannah)." HR. Bukhari dan Muslim.

Keutamaan tempat ini menjadikannya sebagai lokasi mustajab untuk berdoa dan sangat dicari oleh para peziarah. Banyak jemaah yang rela menunggu berjam-jam demi mendapat kesempatan untuk salat dan berdoa di Raudhah.

Memiliki makna jemaah haji atau umrah ziarah ke Makam Rasulullah SAW. Ziarah ke makam Rasulullah bukan sekadar kunjungan fisik, melainkan wujud cinta dan penghormatan mendalam terhadap Nabi Muhammad SAW.

Dalam Islam, mengingat Rasulullah adalah bagian dari memperkuat kecintaan kepada beliau, memperdalam keimanan, serta meneladani akhlaknya.

Para ulama sepakat bahwa ziarah ke makam Rasulullah SAW termasuk amalan yang sangat dianjurkan (sunnah muakkadah).

Imam Malik, Imam Syafi’i, dan banyak ulama lainnya menegaskan pentingnya ziarah ini sebagai bagian dari kesempurnaan spiritual dalam ibadah haji dan umrah.

Ketika berada di Raudhah dan makam Rasulullah SAW, jemaah diharapkan menjaga adab dan ketenangan.

Di antaranya memasuki area dengan hati khusyuk dan penuh hormat.

Mengucapkan salam kepada Rasulullah SAW dan dua sahabat beliau, Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab.

Tidak meninggikan suara atau bertingkah yang tidak sopan di dalam masjid.

Ziarah ke makam Rasulullah SAW di Raudhah adalah momen spiritual yang tidak ternilai.

Meskipun bukan kewajiban secara fikih, namun secara moral dan batiniah, kunjungan ini memperkuat hubungan seorang Muslim dengan Nabinya.

Oleh karena itu, setiap jemaah haji dan umrah sebaiknya menjadikan ziarah ini sebagai bagian penting dalam perjalanan ibadah mereka.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#umrah #ibadah haji #masjid nabawi #muslim #Madinah dan Makkah