JP Radar Kediri- Ketika Paskah tiba, selain salib dan kisah kebangkitan Yesus, satu simbol yang sering muncul dalam berbagai perayaan dan dekorasi adalah kelinci.
Mulai dari cokelat berbentuk kelinci, boneka, hingga hiasan bertema musim semi, kelinci menjadi ikon yang begitu melekat pada perayaan Paskah, terutama di budaya Barat. Tapi sebenarnya, mengapa Paskah bisa identik dengan kelinci?
Apa hubungannya hewan kecil ini dengan kebangkitan Kristus?
Secara langsung, kelinci memang tidak disebutkan dalam Alkitab sebagai bagian dari kisah Paskah.
Kehadirannya sebagai simbol Paskah lebih banyak berasal dari tradisi dan budaya Eropa, khususnya dari Jerman.
Dalam tradisi kuno Jerman, dikenal tokoh "Osterhase" atau "Easter Bunny," seekor kelinci yang konon meletakkan telur-telur berwarna-warni untuk anak-anak yang berperilaku baik.
Tradisi ini dibawa oleh imigran Jerman ke Amerika pada abad ke-18 dan berkembang menjadi bagian dari budaya populer Paskah di banyak negara.
Kelinci sendiri sejak lama menjadi simbol kesuburan dan kehidupan baru.
Hal ini berkaitan dengan kemampuan reproduksi kelinci yang sangat tinggi, sehingga dianggap mewakili kelahiran dan pembaruan.
Karena Paskah juga dirayakan di musim semi di banyak negara, kelinci menjadi lambang yang sesuai dengan tema kehidupan baru, kebangkitan, dan harapan.
Makna ini, meski tidak secara teologis terkait langsung dengan kebangkitan Kristus, selaras dengan pesan Paskah tentang awal yang baru dan kehidupan yang diperbarui.
Selain kelinci, telur juga menjadi simbol yang umum ditemukan dalam Paskah. Telur melambangkan kehidupan yang sedang tumbuh dan harapan akan masa depan.
Kombinasi antara kelinci dan telur dalam perayaan Paskah menjadi bentuk simbolis dari kelahiran kembali dan harapan yang bartema yang juga digaungkan dalam kebangkitan Yesus.
Bagi sebagian umat Kristen, simbol-simbol seperti kelinci dan telur hanyalah bagian dari tradisi budaya, bukan inti dari makna Paskah itu sendiri.
Namun kehadiran mereka dapat menjadi jembatan untuk memperkenalkan pesan utama Paskah kepada anak-anak dan masyarakat secara lebih luas, dengan cara yang menyenangkan dan mudah dicerna.
Jadi, meski tidak berasal dari ajaran Alkitab, kelinci tetap menjadi bagian dari perayaan Paskah dalam konteks budaya dan tradisi.
Ia hadir sebagai simbol kehidupan, harapan, dan awal yang baru, nilai-nilai yang juga menjadi inti dari pesan Paskah yang sejati.
Penulis: Joenaidi Zidane, Mahasiswa Magang Politeknik Negeri Madiun (PNM)
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira