Burung Tuwu, Bila Rajin Teriak Pertanda Musim Hujan Akan Segera Tiba
Nakula Agi Sada• Selasa, 15 April 2025 | 01:18 WIB
Burung Tuwur
Kalau kamu pernah denger suara burung yang teriak-teriak nyaring menjelang musim hujan, besar kemungkinan itu suara burung tuwu.
Di Jawa, burung ini cukup terkenal, bukan karena penampilannya, tapi karena suaranya yang khas dan sering dikaitkan sama datangnya musim tanam atau hujan. Pokoknya kalau dia udah mulai "teriak", tandanya musim lagi berubah.
Secara penampilan, burung tuwu punya gaya yang cukup keren. Burung jantannya berbulu hitam mengilap dengan sedikit efek biru atau hijau metalik—kayak pake efek filter.
Sedangkan si betina tampil lebih kalem dengan bulu cokelat gelap dan bintik-bintik putih. Yang pasti, mata mereka merah terang, jadi kelihatan tajam banget.
Yang paling bikin burung ini dikenal tentu saja suaranya. Keras, nyaring, dan bisa bikin orang langsung noleh.
Suaranya biasanya terdengar di pagi atau sore hari, dan sering banget muncul pas cuaca mulai berubah ke musim hujan. Enggak heran kalau banyak orang percaya suara tuwu itu tanda musim tanam udah dekat.
Tapi, ada satu hal unik dari burung tuwu yang mungkin belum banyak orang tahu—mereka enggak ngerawat anak sendiri.
Burung tuwu betina biasanya numpang taruh telur di sarang burung lain, biasanya burung gagak. Nantinya, si anak tuwu akan dibesarkan sama "induk angkat" tanpa tahu siapa orang tuanya yang asli.
Habitat asli burung ini sih di hutan-hutan tropis, tapi mereka cukup fleksibel. Sekarang banyak juga yang tinggal di kebun, pekarangan, bahkan di sekitar permukiman.
Jadi, enggak heran kalau kita bisa denger suaranya meski tinggal di daerah yang enggak terlalu pelosok.
Di beberapa budaya, khususnya di Jawa, burung tuwu dianggap punya makna simbolis. Ada yang bilang suaranya bikin kangen rumah, ada juga yang percaya kalau tuwu muncul, akan ada perubahan besar. Intinya, suara burung ini bikin suasana jadi terasa "hidup".
Enggak cuma di Indonesia, burung tuwu juga punya tempat spesial di budaya India. Di sana, burung ini sering dikaitkan dengan musim semi dan cinta.
Mungkin karena suaranya yang mendayu, atau karena kehadirannya yang terasa pas saat alam mulai berganti suasana.
Kabar baiknya, meski sering terdengar dan cukup dikenal, burung tuwu belum masuk daftar burung yang terancam punah.
Populasinya masih aman dan tersebar luas di Asia. Jadi, kemungkinan besar kita masih bisa terus mendengar suaranya tiap pergantian musim.
Burung tuwu ini memang jarang terlihat, tapi suaranya seolah jadi bagian dari ritme alam. Dia kayak pengingat bahwa alam juga punya cara sendiri buat "ngomong".
Dan mungkin, burung tuwu ini adalah salah satu suara alam yang paling mudah kita kenali.