Burung Jalak Ternyata Tidak Hanya Di Indonesia. Ada Jalak Eropa. Apa Saja Keunikan nya?
Nakula Agi Sada• Rabu, 9 April 2025 | 22:55 WIB
Jalak Eropa
Burung Jalak Eropa (Sturnus vulgaris) adalah salah satu burung yang paling menakjubkan di dunia. Bukan hanya karena bulunya yang berkilau, tetapi juga karena kemampuannya meniru berbagai suara di sekitarnya—dari kicauan burung lain hingga suara manusia. Tak heran jika burung ini dijuluki sebagai "peniru ulung" yang luar biasa.
Dengan panjang tubuh sekitar 20 cm, Jalak Eropa tampak elegan berkat bulunya yang hitam berkilau kehijauan atau keunguan. Saat musim dingin, bulu-bulunya dihiasi bintik-bintik putih yang membuat penampilannya semakin unik. Paruhnya yang berwarna kuning cerah saat musim kawin menjadi salah satu ciri khas yang memukau.
Asal-usul burung ini adalah dari Eropa dan sebagian Asia. Namun kini, Jalak Eropa telah tersebar ke berbagai belahan dunia seperti Amerika Utara, Australia, hingga Selandia Baru. Mereka mampu beradaptasi dengan cepat di lingkungan baru, bahkan di daerah perkotaan dan pertanian.
Salah satu daya tarik utama Jalak Eropa adalah kebiasaannya hidup dalam kelompok besar. Ketika terbang bersama, mereka membentuk formasi indah yang disebut murmuration—sebuah pertunjukan udara yang tampak seperti tarian awan hitam bergerak di langit. Fenomena ini sering membuat para penonton terpesona.
Dalam hal makanan, Jalak Eropa bukanlah burung yang pilih-pilih. Mereka memakan serangga, cacing, buah-buahan, biji-bijian, bahkan sisa makanan manusia. Kemampuan adaptif ini menjadikannya sukses bertahan di banyak jenis habitat.
Pada musim semi, saat musim kawin tiba, burung jantan akan membangun sarang di lubang pohon atau bangunan dan memikat betina dengan nyanyian kompleks yang seringkali mencampur suara-suara tiruan. Betina akan bertelur antara 4–6 butir, dan anak-anak burung akan menetas sekitar dua minggu kemudian.
Meski tampak mengagumkan, keberadaan Jalak Eropa di luar habitat aslinya tidak selalu membawa dampak positif. Di Amerika Utara, misalnya, burung ini dianggap sebagai spesies invasif yang mengganggu populasi burung asli dan merusak pertanian karena jumlahnya yang besar.
Namun, dari sisi lain, burung ini menunjukkan betapa luar biasanya kemampuan beradaptasi alam. Keberhasilan Jalak Eropa menyebar ke seluruh dunia adalah contoh bagaimana kecerdasan dan fleksibilitas bisa menjadi kunci kelangsungan hidup.
Jalak Eropa bukan sekadar burung biasa. Ia adalah makhluk kecil dengan kepribadian besar, suara yang beragam, dan kehadiran yang bisa mengubah suasana langit. Baik dicintai maupun dikritik, burung ini tetap menjadi fenomena menarik dalam dunia ornitologi.