Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Masih Punya Tanggungan Puasa Ramadan? Ini Cara Niat Mengqadha

Mohammad Basid Alharis • Kamis, 3 April 2025 | 19:13 WIB

 

Ilustrasi orang yang akan mengqadha puasa.
Ilustrasi orang yang akan mengqadha puasa.

JP Radar Kediri – Puasa Ramadhan adalah ibadah yang wajib dilakukan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat.

Namun, jika karena suatu alasan tertentu seseorang tidak dapat berpuasa pada bulan Ramadhan, seperti sakit, haid, atau alasan lain yang dibenarkan, maka puasa tersebut harus diganti atau diqadha setelah Ramadhan berakhir.

Mengqadha puasa Ramadhan adalah kewajiban yang harus dilakukan untuk menunaikan ibadah puasa yang tertinggal.

Salah satu hal yang penting dalam mengqadha puasa adalah niat. Niat dalam berpuasa memiliki makna yang sangat penting karena puasa tidak sah tanpa adanya niat yang benar.

Berikut adalah panduan tentang cara niat mengqadha puasa Ramadhan yang benar.

Pertama, tentunkan Waktu yang Tepat untuk Niat. Niat untuk mengqadha puasa Ramadhan harus dilakukan sebelum fajar (subuh) setiap hari puasa yang akan dijalani.

Hal ini berlaku untuk setiap puasa yang diganti, baik yang dilakukan secara berturut-turut atau terpisah.

Kedua, berniat qadha puasa Ramadhan. Meskipun niat di dalam hati sudah cukup, bagi sebagian orang yang merasa lebih nyaman mengucapkan niat secara lisan, berikut adalah bacaan niat yang bisa dibaca sebelum melaksanakan puasa
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’i fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
"Saya niat puasa esok hari untuk mengqadha puasa Ramadhan karena Allah Ta'ala."

Bacaan ini bisa diucapkan setelah berbuka puasa pada malam hari atau sebelum tidur, dan dilakukan setiap malam untuk niat puasa keesokan harinya.

Niat ini dapat dilakukan untuk setiap puasa yang akan diqadha hingga semua puasa yang tertinggal selesai diganti.

Ketiga, Setelah niat dilakukan, puasa qadha dapat dilaksanakan sebagaimana puasa wajib di bulan Ramadhan.

Pastikan bahwa puasa dilakukan sesuai dengan syarat-syarat puasa, seperti menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

Keempat, menjaga konsistensi dan niat. Karena sangat penting untuk menjaga konsistensi niat dan pelaksanaan puasa qadha hingga seluruh puasa yang belum dilaksanakan selesai.

Usahakan untuk mengganti puasa Ramadhan sesegera mungkin setelah bulan Ramadhan berakhir, terutama jika puasa tersebut sudah cukup lama tertinggal.

Kelima, jika tertinggal lama, tidak ada denda. Perlu dicatat bahwa jika puasa qadha tertinggal dalam waktu yang lama, tidak ada denda atau kafarat yang dikenakan.

Yang perlu dilakukan hanya mengganti puasa tersebut dengan niat yang benar dan tulus.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #ramadhan #ibadah #puasa #jawapos #muslim