Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

5 Fakta Menarik Lagu "Genjer-Genjer", Benarkah Ada Hubungannya dengan PKI?

Mohammad Afwan • Senin, 31 Maret 2025 | 19:00 WIB

Partai Komunis Indonesia (PKI) yang sudah dibubarkan.
Partai Komunis Indonesia (PKI) yang sudah dibubarkan.

JP Radar Kediri - Lagu “Genjer-Genjer” adalah salah satu lagu yang sangat kontroversial dalam sejarah musik Indonesia.

Dikenal dengan melodi yang khas dan lirik yang cukup mengundang perdebatan, lagu ini sering dikaitkan dengan berbagai teori konspirasi dan politik, terutama hubungannya dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Apakah benar “Genjer-Genjer” ada kaitannya dengan PKI? Berikut adalah lima fakta menarik tentang lagu ini yang akan membantu kita lebih memahami sejarah dan makna yang terkandung di dalamnya.

1. Asal Usul Lagu “Genjer-Genjer”

Lagu ini pertama kali diciptakan oleh seorang komponis bernama Ismail Marzuki pada tahun 1940-an. Namun, meskipun Ismail Marzuki adalah sosok yang dikenal dengan karya-karyanya yang patriotik, “Genjer-Genjer” bukanlah ciptaan dia.

Lagu ini sebenarnya merupakan ciptaan dari seorang musisi bernama Junaedi, yang terinspirasi dari kehidupan masyarakat di sekitar sungai Ciliwung, Jakarta.

Seiring waktu, lagu ini dipopulerkan oleh penyanyi-penyanyi lain, dan bahkan diterjemahkan ke dalam berbagai versi.

2. Lirik Lagu yang Kontroversial

Lirik lagu "Genjer-Genjer" memang tidak langsung menunjukkan adanya kaitan dengan PKI, tetapi ada beberapa interpretasi yang menyebutkan bahwa lagu ini bisa saja dianggap sebagai simbol atau ungkapan keresahan terhadap kondisi sosial-politik pada saat itu.

Istilah "genjer-genjer" dalam bahasa Betawi merujuk pada sejenis tanaman liar yang tumbuh dengan subur di sekitar sungai, yang bisa ditafsirkan sebagai kehidupan yang tidak teratur atau liar.

Beberapa orang percaya bahwa lirik lagu ini merepresentasikan kehidupan yang kacau, yang pada saat itu bisa dihubungkan dengan perjuangan dan kekacauan politik yang melibatkan PKI.

3. Kaitan dengan Peristiwa 1965

Pada 1965, Indonesia mengalami peristiwa besar yang dikenal dengan G30S/PKI, sebuah tragedi yang melibatkan kekacauan politik dan kekerasan terhadap anggota PKI serta orang-orang yang dianggap simpatisannya.

Setelah peristiwa tersebut, lagu "Genjer-Genjer" sempat dikaitkan dengan PKI, meskipun tidak ada bukti kuat yang membuktikan bahwa lagu ini merupakan lagu yang dibawa atau dipopulerkan oleh partai tersebut.

Namun, dalam suasana pasca-peristiwa 1965, lagu ini sering dianggap sebagai "lagu yang mendukung PKI" oleh sebagian kalangan.

4. Dilarang dan Dibakar pada Masa Orde Baru

Pada masa pemerintahan Orde Baru di bawah Presiden Soeharto, lagu “Genjer-Genjer” menjadi sangat kontroversial dan akhirnya dilarang untuk diputar atau dinyanyikan di publik.

Pemerintah Orde Baru sangat sensitif terhadap segala sesuatu yang berbau komunis, dan lagu ini dianggap sebagai simbol dari ideologi yang bertentangan dengan pemerintah saat itu.

Bahkan, pada masa itu, beberapa versi rekaman lagu ini sempat dibakar dan penyanyi yang membawakan lagu ini bisa menghadapi masalah hukum. Penilaian terhadap lagu ini menjadi semakin politis, bukan hanya sebagai sebuah karya seni.

5. Klarifikasi dari Pencipta Lagu
Banyak orang yang bertanya-tanya tentang apakah benar “Genjer-Genjer” memiliki kaitan dengan PKI atau jika lagu ini semata-mata adalah sebuah karya seni.

Menurut beberapa sumber, Junaedi, pencipta lagu tersebut, menegaskan bahwa lagu ini tidak ada kaitannya dengan PKI.

Ia menjelaskan bahwa lagu ini diciptakan sebagai representasi dari kehidupan sosial masyarakat biasa, dan tidak memiliki tujuan politis. Namun, karena pengaruh politik yang besar pada waktu itu, lagu ini akhirnya dikaitkan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi di Indonesia, termasuk G30S/PKI.

Lagu “Genjer-Genjer” memang memiliki sejarah yang penuh dengan kontroversi, terutama terkait dengan politik Indonesia pada masa lalu.

Meskipun tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa lagu ini secara langsung terkait dengan PKI, persepsi politik dan situasi sosial pada waktu itu membuat lagu ini terkesan memiliki keterkaitan dengan ideologi tertentu. Sebagai karya seni, “Genjer-Genjer” tetap memicu diskusi tentang kebebasan berekspresi, politik, dan bagaimana sebuah lagu bisa menjadi simbol dalam sebuah sejarah bangsa.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#genjer-genjer pki #pki #genjer-genjer #lagu