Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Muhammadiyah Kediri Lebaran 31 Maret 2025, Hasil Sidang Isbat NU Jatuh pada 31 Maret 2025

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 30 Maret 2025 | 05:58 WIB
Muhammadiyah Kediri Lebaran 31 Maret 2025, Hasil Sidang Isbat NU Jatuh pada 31 Maret 2025
Muhammadiyah Kediri Lebaran 31 Maret 2025, Hasil Sidang Isbat NU Jatuh pada 31 Maret 2025

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Rukyatul hilal atau aktivitas melihat bulan yang digelar Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri kemarin sore, kembali tidak membuahkan hasil.

Pantauan melalui teleskop itu terhalang mendung hingga hilal tidak terlihat.

Untuk diketahui, rukyatul hilal kemarin sore dilakukan untuk menentukan awal bulan Syawal.

Lokasi pantauan sama dengan saat penentuan awal Ramadan lalu. Yakni di MAN 3 Kediri yang berada di Kecamatan Kandangan.

“Lokasinya sama seperti sebelum sebelumnya,” kata Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Kediri Achmad Faiz.

Lebih jauh Faiz mengatakan, setelah dilakukan pemantauan sekitar sepuluh menit, hasilnya bulan masih tidak nampak.

Meski demikian, menurutnya hasil itu tidak menjadi masalah. Sebab, masih ada 125 titik pemantauan hilal lain di seluruh Indonesia.

"Dari 125 titik pemantauan itu nantinya untuk dikumpulkan sebagai data untuk dilakukan sidang isbat," lanjutnya sembari menyebut Kemenag Kabupaten Kediri juga menunggu hasil sidang isbat yang digelar tadi malam.

Sesuai ketentuan, jika dari ratusan titik pengamatan itu ada satu lokasi saja yang sudah melihat hilal, bisa jadi dasar untuk menentukan 1 Syawal mulai hari ini (30/3).

Namun, jika tidak ada sama sekali, Syawal terhitung setelah Ramadan genap 30 hari. Yakni pada Minggu (31/3) besok.

“Jika hilal tidak terlihat, puasanya disempurnakan hingga 30 hari. Jadi Idul Fitrinya pada 31 Maret," terangnya.

Sementara itu, jika penentuan 1 Ramadan pemerintah masih harus menunggu sidang isbat, Muhammadiyah sudah memastikan akan merayakan Idul Fitri pada 31 Maret. 

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kediri Ikhwan Nur Hadi mengatakan, penetapan 1 Syawal Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Penentuan 1 Syawal dilakukan berdasar perhitungan astronomi tanpa melihat hilal secara kasat mata.

“Muhammadiyah dari dulu pakai metode hisab hakiki wujudul hilal. Pokoknya dari hitungannya jika bulannya sudah tampak Itu sudah termasuk bulan baru,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kediri.

Hasil perhitungan tersebut, 1 Syawal jatuh pada 31 Maret nanti. “Otomatis, 30 Maret malam takbir, 31 Maret Salat Idul Fitri,” terangnya.

Berbeda dengan metode rukyatul hilal yang digelar oleh setiap daerah, menurut Ikhwan penghitungan dan penentuan 1 Syawal dilakukan langsung oleh Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah.

“Muhammadiyah langsung terpusat untuk penghitungannya. Intruksi dari pusat, yang bawah melaksanakan,” jelasnya sembari menyebut penetapan Idul Fitri turun sejak 28 Januari lalu. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#hilal #lebaran #sidang isbat