JP Radar Kediri – Umar bin Khatab merupakan khalifah ke 2 setelah Abu Bakar As-Shidiq. Umar dikenal dengan keberaniannya dan wataknya yang keras.
Pada waktu itu terdapat dua orang gadis yang mempunyai nama yang sama yaitu Ummu Kultsum. Keduanya lahir di tahun yang sama pula yaitu pada tahum 6 Hijriah.
Sebenarnya saat itu Umar ingin menikahi Ummu Kultsum binti Abu Bakar bukan dengan Ummu Kultsum binti Ali.
Umar ingin menyambung kekeluargaan dengan Abu Bakar As-Shidiq. Oleh karena itu beliau mengirim lamaran untuk Ummu Kultsum binti Abu Bakar.
Lamaran Umar ini dipertimbangakan oleh keluarga Abu Bakar. Aisyah selaku sang kakak turut mempertimabngkan lamaran Umar pada Umu Kultsum.
Aisyah berpendapat bahwa Ummu Kultsum dan Umar tidaklah cocok. Umar memiliki watak yang tegas dan keras. Sedangkan Umu Kultsum memiliki sifat yang lembut, sensitif dan mudah menangis.
Aisyah menilai mereka berdua tidak akan cocok untuk dipersatukan. Sebagai wakil keluarga dengan sopan Aisyah menyampaikan penolakan atas lamaran Umar tersebut.
Namun disamping penolakan tersebut Aisyah juga memeberikan saran kepada Umar untuk menikahi ahlul bait saja.
Aisyah menyarankan agar Umar menikah dengan Ummu Kultsum binti Ali, putri dari Fatimah dan Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah.
Pernikahan ini dapat melanggengkan perbesanan dan kekeluargaan Umar dengan Rasulullah. Mendengar hal itu Umar pun menyetujuinya.
Beberapa hari kemudian Umar mengunjungi kediaman Ali bin Abi Thalib untuk melamar putrinya yang bernama Umu Kultsum.
Ali bin Abi Thalib sempat terkejut dengan kedatangan Umar yang ingin melamar putrinya. Sebab putrinya itu masih belum baligh.
Ali harus menanyakan hal ini langsung kepada Ummu Kultsum apakah menerima atau menolak lamaran dari Umar.
Akhirnya atas izin Ali, Umas menemui Ummu Kultsum yang saat itu masih belum baligh sedang bermain dengan teman-temannya.
Umar ingin melihat kondisi Ummu Kultsum. Karena saat itu Ummu Kultsum belum baligh Umar sempat menyingkap auratnya yaitu bagian lengan Ummu Kultsum.
Katika Umar menyingkap lengannya, Ummu Kultsum melihatnya lalu berkata, “Kalau saja bukan Amirul Mukminin sudah kucongkel kedua matamu itu.”
Mendengar hal itu Umar terkekeh kecil sebagai respon. Umar merasa cocok dengan sifat Ummu Kultsum yang pemberani dan tegas.
Ummu Kultsum sempat melaporkan perbuatan Umar kepada ayahnya, Ali bin Abi Thalib. Ali hanya tersenyum dan menyerahkan semua keputusan kepada Ummu Kultsum.
Ummu Kultsum yang merasa cocok juga dengan Umar akhirnya menerima lamaran tersebut. Mereka berdua akhirnya menikah setelah Ummu Kultsum mencapai usia balighnaya.
Setelah menikah mereka menjadi pasangan yang sangat serasi. Karena sifat dan karekter mereka hampir sama, mudah bagi Ummu Kultsum untuk memahami dan mengimbangi jalan pikir Umar dari pada istri Umar yang lainnya.
Ummu Kultsum juga sering membantu dan mendampingi suaminya dalam menjalankan tugasnya sebagai khalifah. Mereka merupakan sepasang pertner yang kompak dalam berbagai hal.
Dari pernikahan ini mereka berdua dukaruniai dua orang putra dan putri bernama Zaid bin Umar dan Ruqayyah binti Umar.
Penulis: Rozita Nur Azizah
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira