Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kisah Sahabat Rasul: Kisah Cinta Utsman bin Affan dan Nailah Al-Farafishah hingga Maut Memisahkan  

Ilmidza Amalia Nadzira • Selasa, 25 Maret 2025 | 23:28 WIB

 

Kisah Cinta Utsman bin Affan dan Nailah Al-Farafishah hingga Maut Memisahkan   
Kisah Cinta Utsman bin Affan dan Nailah Al-Farafishah hingga Maut Memisahkan  

JP Radar Kediri – Utsman bin Affan merupakan salah satu sahabat Rasulullah yan menjabat sebagai khalifah ketiga setelah Umar bin Khatab.

Beliau mendapatkan gelar ‘Dzunnurain’ yang artinya pemilik dua cahaya karena menikahi dua putri Rsulullah yaitu Ruqayyah dan Umu Kultsum.

Pernikahan Utsman bin Affan dan Nailah binti Al-Farafishah terbilang unik karena jarak umur mereka yang terpaut hampir 60 tahun.

Meskipun begitu Nailah merupakan istri yang cerdan dan setia. Beliau selalu mendampingi Utsman bin Affan hingga akhir hayatnya.

Pada saat itu Utsman bin Affan berumur sekitar 70 tahun. Kedua istrinya telah wafat. Ruqayyah wafat pada tahun 2 Hijriah lalu disusul oleh Umu Kultsum yang wafat pada tahun 9 Hijriah.

Di tengah kesibukannya memimpin umat Islam beliau membutuhkan seseorang yang bisa mendukung, membantu, dan menjadi sandarannya dalam mengurus kepemerintahan.

Hingga pada suatu hari Utsman mendengar kabar bahwa gubernur Kufah Said bin Al-Ash menikah dengan seorang perempuan dari suku Qalb yaitu Hindun binti Al-Farafishah.

Utsman bertukar surat dengan Said untuk menanyakan bagaimana perempuan yang Said nikahi hingga membuatnya begitu positif dan bersemangat dalam mengurus pemerintahan.

Utsman juga menanyakan jika istri Said memiliki saudara perempuan beliau akan menikahianya.

Said pun membalas surat dari Utsman. Said memberikan kabar bahwa istrinya Hindun memiliki seorang saudari bernama Nailah binti Al-Farafishah.

Mendengar hal itu Utsman memerintahkan seorang utusan untuk menemui Said agar melamarkan Nailah kepada ayahnya.

Ayah Nailah menyambut lamaran Utsman dengan penuh suka cita. Ayah Nailah menerima lamaran tersebut dan menyerahkan Nailah pada Utsman.

Pada saat itu keluarga Al-Farafishah masih beragama Nasrani. Sehingga wali Nailah adalah saudara laki-lakinya yang telah memeluk Islam bernama Dhab bin Al-Farafishah.

Nailah pun pergi ke Madinah bersama kakak laki-lakinya untuk dinikahkan dengan Utsman. Pada saat itu Nailah belum mengenali Utsman.

Setibanya di Madinah Dhab pun menikahkan Nailah dengan Utsman. Setelah akad nikah akhirnya Utsman dan Nailah pun bertemu.

Utsman sangat terkejut karena ternyata Nailah adalah seorang gadis yang masih berusia 18 tahun. Dari awal beliau mengira Nailah sebaya dengan Sayyidah Thamadar.

Dengan begitu Utsman pun menghampiri Nailah lalu dengan lembut berkata, “Jika engaku merasa pernikahan ini dipaksakan kepadamu oleh orang tuamu ataupun walimu dan engkau tidak menyetujuinya, maka aku membebaskanmu untuk melepaskan tali pernikahan ini dan engkau bisa memilih laki-laki yang engkau ridhai.”

Nailah hanya menggeleng kecil lalu menjawab, “Tidak, aku ridha dengan pernikahan ini. Karena ternyata engkau adalah Khalifah Utsman yang kemudian sudah digambarkan akhlakmu, kedermawananmu, dan kebaikanmu.”

Utsman pun meyakinkan Nailah dengan melepaskan sorbannya, memperlihatkan perawakannya yang benar benar sudah tua.

Melihat itu Nailah mendekat dan mencium kening Utsman lalu berkata dengan malu-malu, “Aku menyukai laki-laki yang lebih tua.”

Utsman pun menjawab, “Tetapi usiaku telah melampaui ketuaanku.” Nailah tersenyum lalu menjawab, “Masa mudamu telah engkau habiskan bersama Rasulullah. Maka izinkan aku untuk mendampingimu samapi kelak Allah menakdirkan engkau untuk menghadap-Nya.”

Pernikahannya pun berjalan dengan penuh kebahagiaan dan dikaruniai dengan tiga orang putra.

Bahkan Nailah juga ikut mendampingi Utsman dalam berbagai urusan negara dan juga mengahadiri forum rapat penting yang dihadiri para petinggi kala itu.

Baca Juga: Kisah Rasul: Pertemuan Haru Rasulullah dengan Saudara Sepersusuannya

Hingga pada saat dua orang menerobos masuk dan menghunuskan pedang pada Utsman, Nailah tetap setia berada disamping beliau.

Bahkan Nailah berusaha melindungi Utsman hingga jari-jarinya terpotong oleh pedang.

Nailah sangat mencintai Utsman dan tidak ada yang bisa menggantikan kedudukan Utsman di dalam hatinya.

Penulis: Rozita Nur Azizah

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #jawa pos radar kediri #Utsman bin Affan #berita hari ini #kisah nabi #sahabat Rasul #sejarah #Rasulullah SAW