Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kisah Rasul: Ketika Sayyidah Fatimah Mengadu Kelelahan pada Rasulullah  

Ilmidza Amalia Nadzira • Selasa, 25 Maret 2025 | 00:00 WIB

 

Photo
Photo

JP Radar Kediri – Sayyidah Fatimah Az-Zahra merupakan putri Rasulullah dan Sayyidah Khadijah binti Khuwailid.

Beliau menikah dengan salah satu sahabat Rasulullah yaitu Ali bin Abi Thalib yang merupakan keponakannya sendiri.

Rasulullah tak pernah memanjakan putra putrinya dengan kesenangan duniawi. Sejak kecil Rasulullah mendidik putra putrinya dengan kesederhanaan termasuk Fatimah.

Hingga menikah pun Fatimah hidup bersama Ali bin Abi Thalib dengan penuh kesederhanaan. Mereka tak memiliki pembantu. Fatimah mengerjakan seluruh pekerjaan rumah sendirian.

Fatimah menggiling gandum dengan tangannya sendiri. Jemarinya yang dulu begitu lembut, kini penuh kapalan. Tubuhnya yang mungil sering kali bergetar kelelahan.

Setiap hari Fatimah mengerjakan seluruh pekerjaan rumah dengan penu sesabaran. Mulai dari memasak, membersihkan rumah, menggiling gandum, dan merawat Hasan dan Husain.

Meslipun begitu beliau tidak pernah mengeluh. Namun tubuhnya mulai kelelahan. Fatimah sering merasa lemas dan letih.

Meskipun Ali bin Abi Thalib sering membantunya dalam melakukan pekerjaan rumah, Fatimah tetap merasa kelelahan. Tangannya melepuh karena menggiling gandum.

Hingga pada akhirnya Ali bin Abi Thalib tak tega meilhat keadaan istrinya yang sering kelelahan.

Beliau menyarankan agar Fatimah meminta seorang pembantu pada Rasulullah untuk membantu mengurus pekerjaan rumah.

Dengan lembut Ali berkata, “Wahai Fatimah, aku mendengar bahwa ayahmu telah mendapatkan beberapa tawanan perang. Pergilah kepadanya, mintalah seorang pembantu untuk membantumu.”

Fatimah terdiam. Beliau tidak pernah meminta sesuatu kepada ayahnya kecuali dalam keadaan yang benar-benar membuhtuhkannya.

Hingga pada malam itu Fatimah memberanikan diri dan mnguatkan hatinya. Beliau dengan langkah pelan menuju rumah Rasulullah.

Melihat kedatangan putrinya, Rasulullah tersenyum penuh kasih lalu bertanya, “Ada keperluan apa wahai putriku?”

Saat tiba di hadapan ayahnya, Fatimah hanya menunduk. Beliau tak tahu apa yang harus beliau katakan. “Tidak ada, wahai Rasulullah. Aku ke sini hanya menyampaikan salam kepadamu.”

Setelahnya Fatimah pulang dengan tangan kosong. Di rumah Ali bin Abi Thalib menunggu istrinya dan kabar mengenai usulannya.

Fatimah hanya bisa menjawab bahwa dirinya malu untuk meminta pembantu kepada Rasulullah SAW sehingga tidak mengatakannya.

Ali bin Abi Thalin pun memutuskan untuk menemani Fatimah dalam menyampaikan keinginannya.

Sesampainya di rumah Rasulullah Ali bin Abi Tahlib menyampaikan keperluannya untuk memintakan pembantu tersebut.

Rasulullah mendengarkan dengan seksama keluhan putri dan menantunya tersebut. Beliau tersenyum lalu dengan lembut berkata, “Wahai Fatimah, wahai Ali, maukah kalian aku ajarkan sesuatu yang lebih baik dari seorang pembantu?”

Dengan penuh hormat Fatimah dan Ali bin Abi Thalib mengangguk dan menjawab, “Tentu Ya Rasulallah.”

Rasulullah tersenyum dan bersabda, “Sebelum kalian tidur, bacalah: Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, dan Allahu Akbar 34 kali. Itu lebih baik bagi kalian daripada seorang pembantu.”

Sejak malam itu Fatimah dan Ali mengamalkan nasihat dari Rasulullah. Dan tanpa diduga mereka jarang merasa kelelahan seperti sebelumnya. Mereka melakukan aktivitas sehari-hari dengan penuh semangat dan syukur.

Penulis: Rozita Nur Azizah

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #jawa pos radar kediri #kediri #Ali bin Abi Thalib #berita hari ini #kisah nabi #sejarah #Rasulullah SAW #Fatimah Az Zahra