Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Jangan Buru-Buru Nikah kalau Belum Siap Hal Ini, Simak Penjelasannya!

Redaksi Radar Kediri • Minggu, 23 Maret 2025 | 05:38 WIB
Ilustrasi pernikahan
Ilustrasi pernikahan

JP Radar Kediri - Menikah dan memiliki anak adalah impian banyak orang, tetapi apakah setiap pasangan sudah benar-benar siap? Tidak sedikit pernikahan yang berujung masalah karena kurangnya kesiapan mental dan ekonomi. Memahami usia kesiapan menikah dan tanggung jawab yang menyertainya adalah kunci untuk membangun rumah tangga yang harmonis dan berkelanjutan.

Berapa Usia Ideal untuk Menikah?

Secara biologis, banyak yang berpendapat bahwa usia 20-an adalah waktu yang tepat untuk menikah. Namun, kesiapan menikah tidak hanya soal usia, tetapi juga kesiapan mental dan finansial. WHO merekomendasikan usia minimal 20 tahun bagi wanita dan 25 tahun bagi pria untuk menikah, mengingat kesiapan organ reproduksi dan kematangan emosional.

Di Indonesia, berdasarkan UU Perkawinan No. 16 Tahun 2019, batas minimal usia menikah adalah 19 tahun untuk pria dan wanita. Namun, apakah cukup hanya dengan memenuhi batas usia? Jawabannya tidak.

Mental Kuat, Rumah Tangga Selamat

Pernikahan bukan sekadar pesta mewah atau foto prewedding yang indah. Setelah hari bahagia, realitas kehidupan rumah tangga bisa sangat berbeda. Perbedaan karakter, pola pikir, hingga cara menyelesaikan konflik harus menjadi pertimbangan sebelum menikah.

Kesiapan mental meliputi:

- Kemampuan mengelola emosi dan stres

- Kesadaran akan tanggung jawab dalam pernikahan

- Kemampuan berkomunikasi dengan pasangan

- Kesediaan untuk terus belajar dan bertumbuh bersama

Tanpa kesiapan mental, pernikahan bisa berubah menjadi beban, bukan kebahagiaan.

Keuangan Stabil, Masa Depan Cerah

Selain mental, kondisi finansial juga harus diperhitungkan. Banyak pasangan muda yang menikah tanpa memiliki perencanaan keuangan yang jelas, sehingga mengalami kesulitan setelah menikah, terutama ketika memiliki anak.

Kenapa ekonomi penting dalam pernikahan?

- Biaya hidup semakin tinggi, terutama di kota besar

- Kebutuhan rumah tangga, mulai dari tempat tinggal hingga kebutuhan sehari-hari

- Persiapan biaya pendidikan anak yang tidak murah

- Dana darurat untuk menghadapi situasi tak terduga

Sebelum menikah, pasangan harus mendiskusikan kondisi keuangan masing-masing, memiliki sumber penghasilan yang stabil, serta mulai menabung untuk masa depan keluarga.

Menikah bukan soal gengsi atau mengikuti tren teman sebaya. Butuh kesiapan mental dan finansial agar rumah tangga bisa berjalan dengan harmonis. Jika belum siap, tidak ada salahnya menunda pernikahan demi kehidupan yang lebih baik di masa depan.



Penulis: Aurellsya Jessica Putri Editya, Mahasiswa Magang Universitas Dian Nuswantoro Kediri

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#menikah #usia menikah #siap menikah #rumah tangga #mental #finansial #Emosional #pernikahan #keluarga