Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kisah Rasul: Isak Tangis Rasulullah saat Meninggalnya Ibrahim bin Muhammad

Ilmidza Amalia Nadzira • Jumat, 21 Maret 2025 | 22:31 WIB
Isak Tangis Rasulullah saat Meninggalnya Ibrahim bin Muhammad
Isak Tangis Rasulullah saat Meninggalnya Ibrahim bin Muhammad

JP Radar Kediri – Rasulullah memiliki tujuh putra dan putri. Qasim, Ibrahim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah, Ummu Kultsum, dan Fatimah.

Semuanya putra-putrinya lahir dari rahim Sayyidah Khadijah kecuali Ibrahim. Ibrahim lahir dari rahim Sayyidah Mariyah AL-Qibtiyyah pada bulan Dzulhijjah tahun 8 Hijriah.

Kelahiran Ibrahim membawa suka cita yang begitu besar bagi Rasulullah. Karena sebelumnya beliau telah kehilangan kedua putranya, Qasim dan Abdullah saat masih dalam pangkuan Sayyidah Khadijah.

Setelah Sayyidah Khadijah wafat Rasulullah kehilangan satu persatu putrinya setelah mereka berkeluarga. Hingga hanya Fatimahlah yang menemani Rasulullah pada saat itu.

Kelahiran Ibrahim diumumkan oleh Rasulullah kepada para shabat dengan wajah sumringah dan perasaan yang  begitu bahagia.

“Tadi malam aku dikaruniai seorang anak laki-laki. Aku memberinya nama Ibrahim, seperti nama kakekku.” (HR. Muslim, Abu Daud dan Ahmad).

Kebahagiaan Rasulullah semakin bertambah ketika Ibrahim semakin tumbuh dengan sehat hingga menginjak usia satu tahun lebih.

Selain itu kekuatan Islam juga semakin berkembang di Jazirah Arab hingga cukup disegani Kekaisaran Romawi. Orang dari berbagai daerah berbondong-bondong masuk Islam.

Namun kebahagiaan tersebut tidak berlangsung lama. Keadaan menjadi sangat mengkhawatirkan ketiika Ibrahim jatuh sakit.

Rasulullah dan Mariyah merasa sedih harus melihat putranya terbaring tak berdaya. Meskipun begitu beliau tetap mendoakan untuk kesembuhan Ibrahim.

Selang beberapa hari, bertepatan pada bulan Syawal tahun 10 Hijriah Ibrahim menghembuskan nafas terakhirnya.

Ibrahim meninggal pada usia 18 bulan. Usia ketika anak sedang lucu-lucunya, menggemaskan dan memikat hati.

Sayyidah Mariyah hanya dapat menagis terisak di samping jasad Ibrahim. Dengan hati yang hancur Rasulullah mendekap jasad Ibrahim dan meletakkan di pangkuannya.

Rasulullah berkata, “Ibrahim, kami tidak dapat menolongmu dari kehendak Allah yang Maha Kuasa.”

Melihat kesedihan Rasulullah para sahabat pun turut berduka. Para sahabat sempat khawatir akan keadaan Rasulullah yang terlarut dalam kesedihan.

Para sahabat pun mengingatkan Rasulullah agar mengikhlaskan kepergian Ibrahim. Namun Rasulullah berkata,

“Aku tidak melarang orang berduka cita. Yang aku larang adalah menangis sambil menjerit-jerit dengan suara yang meraung-raung.”

“Apa yang kalian saksikan pada diriku saat ini merupakan akibat dari rasa cinta dan kasih sayang yang ada di dalam hatiku. Orang yang tidak menunjukkan kasih sayang, maka orang lain pun tidak akan menunjukkan kasih sayang kepadanya.”

Setelah menenangkan Mariyah, Rasulullah pun segera mengurus pemakaman Ibrahim. Ibrahim dimakamkan di Baqi’ oleh Rasulullah dan para sahabat.

Bersamaan dengan meninggalnya Ibrahim, terjadil pula gerhana matahari. Kaum muslim sempat menyimpulkan bahwa gerhana matahari tersebut terjadi karena meninggalnya Ibrahim.

Mendengar hal itu Rasulullah menegaskan bahwa gerhana matahari tersebut terjadi bukan karena meninggalnya Ibrahim. Beliau berkata,

"Matahari dan bulan adalah tanda kebesaran Allah, yang tidak ada hubungannya dengan kematian atau hidup seseorang. Kalau kalian melihat hal itu, maka berlindunglah kepada Allah dengan dzikir dan doa,"

Penulis: Rozita Nur Azizah

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #MARIYA #jawa pos radar kediri #ibrahim #berita hari ini #sejarah #Rasulullah SAW