JP Radar Kediri – Cinta pertama seseorang seringkali tidak sampai pada apa yang diinginkan. Banyak dari mereka yang kandas ditengah jalan atau bahkan sudah ditolak sebelum memulai.
Namun tak semua cinta pertama berujung pada perpisahan. Ada juga beberapa kisah yang berakhir bahagia dengan cinta pertamanya.
Siapa sangka Rasulullah juga pernah mengalami kegagalan dalam cinta pertamanya. Bahkan perempuan tersebut menolak lamaran Rasulullah sebanyak dua kali.
Perempuan tersebut bernama Ummu Hani. Nama aslinya adalah Fakhitah binti Abu Thalib. Beliau dipanggil Ummu Hani karena salah satu anaknya bernama Hani.
Ummu Hani merupakan putri dari Abu Thalib, sepupu Rasulullah. Sejak kecil mereka selalu bersama. Tumbuh bersama, dari keluarga yang sama, dan bermain bersama di halaman rumah Abu Thalib.
Seiring berjalannya waktu rasa cinta itu pun kian tumbuh. Rasulullah mulai tertarik dengan Ummu Hani. Bagi Rasulullah Ummu Hani bukan hanya sekedar sepupu, tetapi juga seseorang yang beliau hormati dan cintai dengan setulus hati.
Hingga pada suatu kesempatan Rasulullah memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanya dengan melamar Ummu Hani.
Dengan hati penuh keyakinan Rasulullah mendatagi pamannya untuk melamar Ummu Hani sebagai pendamping hidupnya.
Namun takdir berkata lain. Abu Thalib menolak lamaran tersebut karena Ummu Hani telah dijodohkan dengan dengan laki-laki bernama Hubairah bin Abi Wahb.
Hati Rasulullah terasa berat sejenak. Namun beliau menerima keputusan pamannya dengan lapang dada. Beliau tidak marah maupun memaksa.
Waktu pun berlalu. Rasulullah menerima wahyu dan diangkat menjadi rasul. Beliau pun mulai mendakwahkan Islam. Sedangkan Ummu Hani menjalani kehidupan rumah tangganya dengan Hubairah dan dikaruniai empat orang anak.
Ummu Hani sendiri mulai memeluk Islam pada saat peristiwa Fathu Makkah. Pada saat itu pula kehidupan damai Ummu Hani berubah. Suaminya yang masih dalam kekufuran meninggalkan Ummu Hani dan anak-anaknya lalu melarikan diri.
Ummu Hani akhirnya datang kepada Raulullah dan meminta perlindungan darinya. Dengan penuh kasih Rasulullah menerimanya.
Ummu Hani sangat bersyukur. Beliau memandang Rasulullah dengan penuh takjub. Pria yang sebelumnya penah melamarnya kini telah menjadi utusan Allah. Pria tersebut telah menjadi pemimpin umat Islam.
Dan ternyata rasa cinta itu masih terbesit di dalam hati Rasulullah. Hingga pada suatu kesempatan beliau mendatangi Ummu Hani untuk mengunggkapkan keinginannya menikahi Ummu Hani.
Namun takdir kembali berkata lain. Perempuan yang ternyata juga mencintai Rasulullah kembali menolak lamaran tersebut.
Dengan lembut Ummu Hani berkata, “Dulu aku mencintaimu saat zaman jahiliyah (sebelum Islam). Bagaimanakah dengan di zaman Islam? Namun aku adalah seorang perempuan yang memiliki anak-anak yang masih kecil-kecil. Aku takut hal tersebut akan memberatkanmu.”
Ummu Hani merasa takut jika Ia menikah kembali, Ia tidak bisa menjalankan tugas sebagai ibu dengan baik.
Rasulullah hanya tersenyum dengan lembut dan menenangkan. Beliau menerima dengan penuh keikhlasan atas keputusan Ummu Hani sebagaimana beliau menerima keputusan Abi Thalib dahulu.
Cintanya pada Ummu Hani sangat tulus. Sebagai laki-laki sejati Rasulullah tahu bahwa cinta tak harus memiliki.
Penulis: Rozita Nur Azizah
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira