Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kisah Sahabat Rasul: Inilah Sahabat yang Jika Rasulullah Melihatnya Membuat Beliau Menangis

Ilmidza Amalia Nadzira • Kamis, 13 Maret 2025 | 02:30 WIB
Kisah Sahabat Rasul: Inilah Sahabat yang Jika Rasulullah Melihatnya Membuat Beliau Menangis
Kisah Sahabat Rasul: Inilah Sahabat yang Jika Rasulullah Melihatnya Membuat Beliau Menangis

JP Radar Kediri – Wahsyi bin Harb merupakan seorang budak yang berasal dari Habasyah. Ia hanyalah seorang budak remaja yang menginginkan kebebasan.

Di tengah keinginannya, Hindun binti Utbah menjanjikan kebebasan untuknya dengan syarat Wahsyi harus membunuh Hamzah bin Abdul Muthalib untuk membalaskan dendamnya atas kematian ayahnya di perang Badar.

Mendengar hal itu Wahsyi menyetujuinya. Pada perang Uhud, Ia berhasil membunuh Hamzah dengan tombaknya.

Wahsyi dikenal dengan kemampuannya dalam melempar tombak. Tombak tersebut mengenai bagian perut bawah Hamzah hingga tembus ke bawah. Hamzah pun langsung tersungkur tak berdaya.

Tindakan ini Ia lakukan semata-mata demi kebebasannya. Wahsyi tidak memiliki motivasi pribadi atau dendam kepada Hamzah.

Tak hanya itu, Hindun binti Utbah, yang memiliki dendam pada Hamzah, mengoyak tubuhnya dan mencukil hatinya.

Kepergian Hamzah membawa kesedihan yang begitu mendalam bagi Rasulullah. Paman yang selalu melindunginnya, paman yang selalu membela Islam dengan keberaniannya kini telah pergi bahkan dengan keadaan yang begitu tragis.

Rasulullah menangis tersedu sedu melihat jasad Hamzah yang hancur. Dahkan dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah belum pernah menangis sedalam itu.

Setelah Fathu Makkah, Wahsyi mendapatkan hidayah dari Allah SWT dan memutuskan untuk memeluk Islam. Akan tetapi Ia takut. Ia telah elakukan dosa besar dengan membunuh paman Rasulullah saat perang Uhud.

Wahsyi takut jika Rasulullah tidak akan pernah memaafkannya. Namun ketika Ia mendengar Rasulullah memaafkan orang orang yang masuk Islam dengan tulus, Ia memberanikan diri untuk menghadap Rasulullah.

Langkahnya penuh kegelisahan, rasa takut, dan rasa bersalah. Ia berdiri dihadapan Rasulullah dengan kepala menunduk penuh rasa bersalah. Wahsyi bertanya dengan suara gemetar:

“Ya Rasulullah, aku datang kepadamu untuk menyatakan keislamanku. Apakah aku akan diterima setelah apa yang aku lakukan?”

Rasulullah memandang wajah Wahsyi dengan penuh luka dan kesedihan. Beliau teringat kembali akan pamannya. Rasa sakit dan kehilangan itu kembali terasa. Namun sebagai utusan Allah beliau mengajarkan bahwa Islam menghapus segala dosa dosa.

Dengan suara yang berat Rasulullah menjawab, “Islam menghapuskan dosa dosa yang lalu.” Beliau diam sejenak sebelum melanjutkan, “Aku memaafkanmu, tapi tolong jangan tampakkan wajahmu dihadapanku.”

Beliau mengtakannya bukan karena benci atau marah. Rasulullah adalah manusia yang memiliki perasaan. Setiap kali memandang wajah Wahsyi beliau akan teringat kembali dengan pamannya.

Setelahnya Wahsyi hanya dapat mengamati rasulullah dari kejauhan. Rasa bersalahnya yang mendalam mebuatnya memilih untuk tidak terlalu menonjol.

Namun dengan kecintannya kepada Rasulullah Ia berusaha membuktikan ketulusannya sebagai seorang muslim dengan sebaik mungkin.

Penulis: Rozita Nur Azizah

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #jawa pos radar kediri #kisah sahabat nabi #berita hari ini #Wahsyi #sejarah #Rasulullah SAW #sejarah islam #hamzah bin abdul muthalib #khazanah