Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kisah Rasul: Tangis Pilu Rasulullah Melihat Jenazah Hamzah bin Abdul Muthalib Dimutilasi

Ilmidza Amalia Nadzira • Rabu, 12 Maret 2025 | 06:22 WIB
Tangis Pilu Rasulullah Melihat Jenazah Hamzah bin Abdul Muthalib Dimutilasi
Tangis Pilu Rasulullah Melihat Jenazah Hamzah bin Abdul Muthalib Dimutilasi

JP Radar Kediri – Hamzah bin Abdul Muthalib merupakan paman Rasulullah yang memiliki julukan Singa Allah. Julukan ini diberikan karena keahlian dan keberaniaanya dalam berperang.

Beliau telah mengikuti berbagai perang termasuk perang Uhud. Dan pada perang inilah beliau wafat karena dibunuh. Pembunuh Hamzah merupakan seorang budak yang masih remaja bernama Wahsyi bin Harb.

Wahsyi diperintah oleh Hindun binti Utbah, istri Abu Sufyan, untuk mmembunuh Hamzah. Hindun menjajikan kebebasan kepada Wahsyi jika Ia berhasil membunuh Hamzah, sebagai balas dendamnya atas kematian ayahnya di perang Badar.

Wahsyi memiliki kemampuan melempar tombak yang bagus. Ia keluar bersama pasukan kaum Quraiys. Selama peperangan Ia terus mengawasi pergerakan Hamzah.

Wahsyi bersembunyi dibalik pohon sambil menunggu Hamzah mendekat. Ia tak berani jika harus melawan Hamzah secara langsung.

Saat Hamzah mendekat sambil melawan pasukan musuh Wahsyi mengambil ancang-ancang untuk melemparkan tombaknya. Ketika Hamzah melewatinya Wahsyi langsung melempar tombaknya kepada Hamzah.

Tombaknya Wahsyi mengenai targetnya. Tombak tersebut mengenai bagian perut bawah Hamzah hingga tembus ke bawah. Hamzah pun langsung tersungkur tak berdaya.

Setelah itu Wahsyi segera mengambil senjatanya dan kembali bergabung dengan pasukan kaum Quraiys. Sementara itu jenazah Hamzah dicabik-cabik dan hatinya diambil oleh Hindun binti Utbah.

Setelah perang selesai Rasulullah bersama kaum Muslimin mencari jenazah para syuhada untuk disolatkan dan dikuburkan.

Rasulullah sempat kebingungan mencari pamannya karena beliau tidak melihatnya sama sekali. Hingga seorang sahabat mengatakan bahwa Ia melihat Hamzah terakhir kali di dekat pohon.

Rasulullah segera pergi ke arah yang ditunjukkan dan mulai menangis ketika melihat Hamzah tergeletak tak berdaya di atas tanah.

Beliau segera mengahmpiri Hamzah dan menangis sejadi-jadinya ketika melihat tubuh pamannya dalam keadaan tidak utuh lagi. Badannya robek dan hatinya telah diambil.

Jenazah Hamzah dimakamkan tanpa dimandikan. Tubuh beliau hanya ditutupi selendang kecil lalu disolatkan bersama dengan para syuhada lain.

Kepergian Hamzah meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi Rasulullah. Hamzah berarti segalanya bagi Rasulullah.

Beliaulah yang melindungi Rasulullah dari segala ancaman kau Quraisy. Dan Beliau jugalah yang selalu mendukung Rasulullah dalam menyebarkan agama Islam.

Hamzah juga beberapa kali dipercaya Rasulullah untuk menjadi panglima perang karena kemampuan perangnya yang luar biasa.

Beliau terus mendampingi Rasulullah hingga pada akhirnya wafat pada saat perang Uhud tahun 625 M dan mendapat gelar Sayyid As-Syuhada (pemimpin para syahid).

Penulis: Rozita Nur Azizah

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #jawa pos radar kediri #kediri #berita hari ini #kisah nabi #Wahsyi #Rasulullah SAW #hamzah bin abdul muthalib #khazanah