Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kisah Cinta Beda Agama: Zainab Putri Sulung Rasulullah dengan Abul Ash ibn Rabi’

Radar Kediri • Selasa, 11 Maret 2025 | 06:28 WIB
Kisah Cinta Beda Agama Zainab Putri Sulung Rasulullah dengan Abul Ash ibn Rabi’
Kisah Cinta Beda Agama Zainab Putri Sulung Rasulullah dengan Abul Ash ibn Rabi’

JP Radar Kediri – Ternyata di zaman Rasulullah terdapat kisah cinta beda agama yang menyayat hati. Kisah ini dialami oleh Zainab binti Muhammad dan Abul Ash ibn Rabi’.

Siapa sangka putri sulung Rasulullah Zainab binti Muhammad mengalami kisah cinta penuh lika-liku ini. Kisah mereka penuh dengan ujian yan gberat, perpisahan, hhingga kahirnya dipertemukan kembali.

Dikisahkan Zainab menikah dengan Abul Ash yang merupakan keponakan Khadijah. Zainab menikah dengnan Abul Ash sebelum datangnya Islam.

Abul Ash merupakan seorang pedagang yang jujur dan terhormat. Dia adalah putra dari saudara Khadijah, Halah bin Khuwailid.

Keduanya hidup denga bahagia dalam rumah tangga yang mereka bangun. Hingga kebhagiaan mereka harus diui ketika Rasulullah menerima wahyu dan diangkat menjadi Nabi.

Keluarga Rasulullah termasuk Zainab segera memeluk Islam. Akan tetapi Abul Ash teta dalam kepercaayaan yang lama.

Meskipun begitu Abul Ash tetap mencintai Zainab dengan sepenuh hati. Abul Ash menolak dengan tegas ketika sering ditekan oleh kaum Quraiys agar menceraikan Zainab karena perbedaan agama mereka.

Ketika Rasulullah memutuskan untuk hijrah, Abul Ash dan keluarganya melarang Zainab meninggalkan Makkah. Sehingga Zainab menjadi satu-atunya perempuan muslim yang tinggal bersama kafir Quraiys.

Ketika Perang Badar, Abul Ash masih tetap bersama dengan kaum Quraiys untuk berperang melawan kaum Muslimin. Zainab sangat gelisah.

Dalam perang tersebut suaminya berada di pihak musuh melawan ayahnya. Zainab hanya bisa berdoa kepada Allah untuk melindungi kedua orang yang sangat Ia cintai.

Hingga pada akhirnya kemenangan diraih oleh kaum Muslimin dan pihak musuh tertangkap sebagai tawanan perang. Saat itu Rasulullah menetpkan setiap tawanan harus menebus diri ika ingin bebas.

Mendengar hal itu, Zainab mengirimkan kalung pemberian ibunya, Khadijah, sebagai tebusan untuk membebaskan Abul Ash.

Rasulullah tersentuh melihat kalung peninggalan istri tercintanya itu. Karena kasih sayangnya Rasulullah memutuskan untuk mengembalikan kalung tersebut dan membebaskan Abul Ash dengan syarat Abul Ash membiarkan Zainab berhirah ke Madinah.

Dengan perasaan Hancur Abul Ash harus merelakan Zainab untuk pergi. Namun ditengah peralanan Zainab mengalami serangan dari kaum Quraiys hingga keguguran dan sakit parah.

Setelah tahun-tahun dalam kesedihan, Abul Ash akhirnya dengan hati yang tulus Ia  mengumumkan keislamannya. Dengan penuh kebahagiaan Rasulullah menyambutnya dan mempertemukan kembali putrinya dengan Abul Ash.

Namun kebahagiaan mereka tak bertahan lama. Setelah beberapa bulan Zainab atuh sait akibat penderitaan dan kesedihan yang Ia alami selama perpisahan dengan suainya.

Hingga pada Akhirnya Zainab menghembuskan nafas terkahirnya pada tahun ke-8 Hijriah dengan Abul Ash yang setia menemaninya.

Penulis: Rozita Nur Azizah

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #jawa pos radar kediri #kisah inspiratif #kediri #kisah nabi #cinta beda agama #Rasulullah SAW #Khadijah #khazanah #abul ash #zainab binti muhammad