Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenang 11 Ramadan: Permintaan Terakhir Khadijah pada Rasululalah Sebelum Wafat  

Ilmidza Amalia Nadzira • Senin, 10 Maret 2025 | 03:51 WIB

 

Mengenang 11 Ramadan Permintaan Terakhir Khadijah pada Rasululalah Sebelum Wafat   
Mengenang 11 Ramadan Permintaan Terakhir Khadijah pada Rasululalah Sebelum Wafat  

JP Radar Kediri – Sayyidah Khadijah merupakan istri Nabi Muhammad yang paling beliau cintai. Khadijah adalah segalanya bagi Nabi Muhammmad.

Beliaulah perempuan pertama yang masuk islam dan beliau jugalah yang menemani suka duka perjuangan Nabi Muhammad dalam berdakwah.

Wafatnya Khadijah membawa kesedihan yang mendalam bagi Nabi Muhammad. Beliau menghembuskan nafas terakhirnya di umur 65 tahun.

Nabi Muhammad dengan sabar dan telaten menemani Khadijah menghadapi sakitnya sebelum ajal. Tubuhnya ringkih.

Tak ada lagi harta yang tersisa untuk membeli obat. Semua hartanya telah diserahkan untuk kepentingan dalam mendakwahkan agama Islam.

Melihat itu Rasulullah sangat sedih. Beliau menggenggam tangan Khadijah berusaha menyalurkan kekuatannya untuk menguatkan Khadijah.

Khadijah hanya bisa tesenyum lemah pada Rasulullah sambil berkata “Ya Rasulullah... Aku memohon maaf kepadamu kalau aku sebagai istrimu belum berbakti kepadamu.”

Mendengar itu mata Rasulullah berkaca-kaca. Beliau menahan napas, lalu dengan suara bergetar berkata “Jauh dari itu ya Khadijah, engkau telah mendukung dakwah Islam sepenuhnya.”

Khadijah tersenyum mendengarnya. Beliau memandang putrinya, Fatimah, memberinya isyarat agar menyampaikan keinginan terakhirnya kepada Rasulullah.

“Fatimah putriku, aku yakin ajalku segera tiba, yang kutakutkan adalah siksa kubur. Tolong mintakan kepada ayahmu, aku malu dan takut memintanya sendiri agar beliau memberikan sorbannya yang biasa untuk menerima wahyu agar dijadikan kain kafanku.”

Setelahnya Khadijah pun menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan Rasulullah. Rasulullah mendekap jasad istrinya dengan perasaan sedih dan hati yang hancur. Orang-orang yang ada disekitarnya pun ikut menangis.

Khadijah wafat pada hari ke-11 bulan Ramadan tahun ke-10 kenabian, tiga tahun sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah.

Tahun itu menjadi tahun kesedihan bagi Rasulullah. Beliau kehilangan dua orang yang sangat beliau cintai yaitu istrinya Khadijah dan pamannya Abi Thalib bin Abdul Muthalib. Sehingga tahuun itu dikenal dengan tahun amul huzni (tahun kesedihan).

Tak lama kemudian malaikat Jibril turun dari langit dengan mengucapkan salam dan membawa kain kafan lima kain kafan.

Rasulullah menjawab salam malaikat Jibril dan bertanya “untuk siapakah kain kafan itu wahai Jibril?”

“Kain kafan ini untuk Khadijah, untuk engkau ya Rasulullah, untuk Fatimah, Ali dan Hasan,” jawab Jibril kemudian menangis.

Melihat itu Rasulullah pun bertanya “Kenapa wahai Jibril?” Jibril pun menjawab “Cucumu yang satu, Husain, tidak memiliki kafan. Dia akan dibantai dan tergeletak tanpa kain kafan dan tak dimandikan.”

Mendengar hal itu kesedihan Rasulullah semakin bertambah. Beliau mengahampiri jasad istrinya dan berkata “Wahai Khadijah, istriku tercinta, demi Allah, aku tidak akan pernah memiliki istri sepertimu. Pengabdianmu kepada Islam dan kepadaku sangat luar biasa. Allah mengetahui semua perbuatanmu.”

“Semua kekayaanmu telah disumbangkan untuk Islam. Kaum Muslimin juga menikmatinya. Semua pakaian kaum Muslimin dan pakaian saya ini juga berasal darimu. Namun, mengapa permintaan terakhirmu kepadaku hanya sebuah sorban?”

Penulis: Rozita Nur Azizah

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #jawa pos radar kediri #kisah inspiratif #berita hari ini #kisah nabi #Rasulullah #ramadan #Khadijah #Fatimah Az Zahra