Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Punya Banyak Jemaah, Gus Kautsar Sebut Itu Warisan para Pendiri Ponpes Al Falah Ploso

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Sabtu, 1 Maret 2025 | 16:10 WIB
Gus Abdurrohman Al-Kautsar berceramah di depan para jemaahnya dalam pengajian rutin setiap Rabu malam.
Gus Abdurrohman Al-Kautsar berceramah di depan para jemaahnya dalam pengajian rutin setiap Rabu malam.

JP Radar Kediri - Selama Ramadan Jawa Pos Radar Kediri akan menurunkan reportase berseri aktivitas pengajian para gus dan ning yang merupakan penerus kiai-kiai besar di Kediri.

Menelisik aktivitas syiar Islam di era digital yang penuh dengan tantangan ini. Diawali dengan Abdurrohman Al-Kautsar, cucu pendiri Pondok Al Falah Ploso KH Ahmad Djazuli Utsman.

Malam itu bertepatan dengan Rabu Wage dalam perhitungan penanggalan Jawa. Halaman samping kediaman Abdurrohman Al-Kautsar, yang karib disapa Gus Kautsar, penuh oleh jemaah.

Ribuan orang duduk lesehan. Berhadapan langsung dengan sang kiai muda yang berada di pendapa yang atapnya berbentuk joglo.

Kitab yang dikaji adalah Irsyadul Ibad. Namun, suasana tidak selamanya serius. Beberapa kali Gus Kautsar menyelingi dengan candaan. Yang memantik tawa para jemaahnya.

“Guyonan seperti ini untuk mengurangi kejenuhan,” terang Gus Kautsar, ketika ditemui usai pengajian.

Harus diakui, Gus Kautsar adalah ulama muda yang sangat populer. Selain kharismanya, dia juga mampu menyajikan materi pengajian dengan cara kekinian. Yang suka membuat kiasan materinya dengan sesuatu yang mudah dipahami. Terutama oleh anak-anak muda generasi milenial.

Wajar bila kemudian jemaah yang datang di pengajiannya mencapai ribuan. Tak hanya santri Ponpes Al Falah, Ploso-Mojo, Kabupaten Kediri saja. Juga masyarakat umum.

Mereka memerlukan datang ke pengajian yang berlangsung dua kali sebulan itu. Setiap Rabu Wage dan Sabtu Legi. Lokasinya di kediaman Gus Kautsar, yang masih area ponpes.

Ulama muda ini adalah putera KH Nurul Huda Djazuli, pengasuh Ponpes Al Falah. Atau, cucu dari KH Ahmad Djazuli Utsman, pendiri salah satu ponpes besar di Kediri ini.

Kepiawaiannya dalam menyampaikan materi pengajian tak lepas dari fakta bahwa Gus Kautsar sudah lama mulai mengisi pengajian. Sejak usia belasan tahun.

“Saya belajar mulang (mengajar, Red) mulai usia 16 tahun. Atau, sebelumnya, menjelang usia 16 tahun,” kenangnya.

Tapi, aktivitasnya itu masih di area Ponpes Al Falah. Sebab, itu dia lakukan karena belajar. Membiasan mengajar untuk menerapkan ilmu yang dia dalami selama di pesantren.

“Dari usia 16 tahun itu saya sudah terbiasa mengajar. Artinya biasa belajar mengajar. Bukan ngajar yang betul-betul punya kemampuan itu, nggak,” aku suami dari Jazilah Annahdliyah- biasa disapa Ning Jazil-merendah.

Barulah saat mencapai usia 30-an tahun, Gus Kautsar diminta orang tuanya mewakili mengisi ngaji di luar ponpes. “Saat itu 2015-an. Ketika usia saya sekitar 30-an tahun,” jelasnya.

Ketika disinggung tentang jumlah jemaahnya yang besar, Gus Kautsar kembali merendah. Dia mengatakan, hingga detik ini tidak pernah merasa memiliki banyak jemaah. Justru dia menyebut, jemaah yang mengikuti kajiannya itu merupakan jemaah dari pendiri Ponpes Ploso Mojo. Karena alumni Ponpes Al Falah Ploso sangat banyak, tentunya, jemaah yang ikut kajiannya pun juga banyak.

“Karena bukan faktor apa-apa (banyaknya jemaah kajian), karena saya anaknya bapak (KH Nurul Huda Djazuli, Red). Sekian ribuan orang keluar (jadi alumni) dari pondok ini (Al Falah Ploso, Red) per tahun. Maka tentu jemaah Al Falah Ploso juga banyak,” kilahnya.

Dia mengaku bahwa setiap pengajian yang dilakukan itu selalu ada kaitannya dengan Al Falah Ploso. “Saya hanya menerima undangan jika itu sifatnya alumni. Ada kaitannya dengan Al Falah Ploso. Jadi saya sebetulnya nggak punya Jemaah. Jadi agak keliru kalau orang menganggap saya punya jemaah. Saya gak punya Jemaah,” tegas laki-laki kelahiran 1985 ini.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.   

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pondok pesantren #Gus #gus kautsar #ponpes ploso #kediri raya #ponpes ploso mojo kediri #ploso