KEDIRI, JP Radar Kediri- Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri turut memantau hilal untuk menentukan awal Ramadan 1446 Hijriah.
Tim memasang dua teleskop di Menara masjid MAN 3 Kediri. Sayangnya, pemantauan tidak membuahkan hasil karena terhadang mendung dan hujan deras.
Pemantauan hilal dilakukan sejak pukul 17.52 atau saat matahari mulai terbenam. Menggunakan dua teleskop, tim melakukan pemantauan hingga pukul 18.07 WIB. Yakni saat matahari benar-benar tenggelam.
Sayangnya, dalam pemantauan selama 15 menit itu hilal tidak terlihat. "Hasil pemantauan hilal di Kediri, tepatnya di MAN 3 Kediri tidak terlihat," kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Kediri Achmad Faiz.
Tidak terlihatnya hilal menurut Faiz karena kondisi cuaca yang tidak mendukung. Yakni, wilayah Kandangan sedang mendung dan hujan deras.
"Jadi dipastikan tidak bisa dilihat. Dan tadi (28/2) sudah disampaikan dan disaksikan oleh pengadilan agama. Sehingga tidak dilakukan sumpah untuk kesaksian hilal," lanjutnya ditemui usai pemantauan hilal.
Meski hilal tidak terlihat di Kabupaten Kediri, menurut Faiz hal tersebut tidak menjadi masalah. Sebab, masih ada 125 titik lain di seluruh Indonesia yang juga dilakukan pengamatan hilal.
"Jadi dari 125 titik pemantauan itu nantinya untuk dikumpulkan sebagai data untuk dilakukan sidang isbat," jelasnya sembari menyebut pihaknya juga menunggu hasil sidang isbat tadi malam.
Sementara itu, Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) secara resmi menetapkan bahwa 1 Ramadhan 1446 Hijriah, jatuh pada Sabtu 1 Maret 2025.
Hal ini setelah pihak Kemenag melakukan pemantauan rukyatul hilal dan hisab untuk menentukan awal Ramadhan.
"Bahwa 1 Ramadan ditetapkan besok, tanggal 1 Maret 2025 Masehi," kata Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam konferensi pers usai sidang isbat di kantor Kemenag, Jakarta, Jumat (28/2) seperti dikutip dari JawaPos.com.
Posisi hilal telah memenuhi syarat sebagaimana kesepakatan Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).
Berdasarkan kesepakatan MABIMS, imkanur rukyat telah memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat. "Ternyata ditemukan hilal di provinsi paling barat, di Aceh," ucap Nasaruddin.
Dia menjelaskan, sudut elongasi dan dari sudut ketinggian hilal sesuai dengan laporan tadi bahwa ketinggian hilal di seluruh Indonesia itu antara 3° 5,91 menit hingga 4° 40 menit, 96 menit.
"Sudut elongasi 4° 47,3 menit hingga 6° 24,14 menit dan hilal terlihat sebagaimana laporan saudara direktur dirjen bimas Islam," imbuhnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita