Bulan Ramadan selalu menjadi topik yang hangat untuk dibicarakan.
Mendekati bulan penuh berkah ini, umat muslim dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, menjalankan sholat sunnah dan masih banyak lagi.
Penetapan awal bulan puasa selalu identik dengan kalender Hijriah. Sistem penanggalan ini tidak lepas dari peran Sayyidina Umar bin Khattab.
Pada masa khalifah Umar bin Khattab, beliau memberi usulan untuk memulai tahun hijriah ketika hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah dan mendapat persetujuan dari Sayyidina Usman bin Affan.
Perhitungaan kalender Hijriah dimulai pada bulan Muharam, kemudian Safar, Rabiul awal, Rabiul akhir, Jumadil awal, Jumadil akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadan, Syawal, Zuka’sudah, dan Zulhijjah.
Merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia 2025 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag), Ramadan kali ini menepati tahun 1446 Hijriah.
Meski pemerintah belum menetapkan secara resmi kapan awal bulan suci Ramadan, tetapi Menteri Agama, Nasaruddin Umar telah menjadwalkan sidang Isbat pada Jum’at, 28 Februari 2025 mendatang di Auditorium H.M Rasjidi, Kementerian Agama Jakarta Pusat.
Kemenag menghimbau masyarakat untuk menunggu informasi setelah sidang Isbat berlangsung.
Sementara, Ormas Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1446 bertepatan pada tanggal 1 Maret 2025 mendatang.
Hal ini merujuk pada Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), kalender ini merupakan versi paling mutakhir dari upaya umat Islam sedunia agar memiliki kalender yang sama.
Doa memasuki bulan Ramadan:
اللهم سلمني لرمضان، وسلم رمضان لي وَتَسلَّمْهُ مِنَي مُتَقَبَلا
Latin: Allahumma salimnî li ramadlâna wa sallim ramadlâna li wa tasallamhu minnî mutaqabbalan
Artinya: Ya Allah, sampaikan aku dengan selamat kepada bulan Ramadhan. Sampaikanlah Ramadhan kepadaku juga dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan (Imam Abul Qasim Sulaiman bin Ahmad ath-Thabrani, dalam Kitâb al-Du'a', 2007, halaman 312).
Penulis: Eka Fitria Lusiana
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira