Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kakatua Jambul Kuning, Si Cantik yang semakin Langka

Nakula Agi Sada • Jumat, 14 Februari 2025 | 21:13 WIB
Kakatua jambul kuning, keberadaannya semakin sulit ditemukan
Kakatua jambul kuning, keberadaannya semakin sulit ditemukan

Kakatua jambul kuning (Cacatua sulphurea) merupakan burung asli Indonesia. Burung ini memiliki ciri khas bulu putih bersih dengan jambul berwarna kuning cerah.

Sayangnya, pesona burung cantik ini semakin jarang terlihat di alam liar. Kakatua jambul kuning kini masuk dalam daftar spesies yang terancam punah, bahkan populasinya terus menurun secara drastis setiap tahunnya.

Salah satu penyebab utama penurunan populasi kakatua jambul kuning adalah perburuan liar dan perdagangan ilegal. 

Burung ini sangat diminati sebagai hewan peliharaan karena kecerdasannya. Kemampuan menirukan suara manusia. Selain itu tampilannya juga menawan. 

Data menunjukkan bahwa selama periode 1981-1992, sekitar 97 ribu ekor kakatua jambul kuning diekspor secara ilegal ke berbagai negara. Aktivitas ini membuat populasi burung tersebut di habitat aslinya menyusut secara signifikan.

Selain itu, deforestasi dan kerusakan habitat turut memperburuk situasi. Hutan-hutan di wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Maluku yang menjadi tempat tinggal utama kakatua jambul kuning semakin tergerus akibat aktivitas manusia seperti pembukaan lahan untuk pertanian dan pembangunan. 

Kehilangan habitat ini membuat burung-burung tersebut kesulitan menemukan tempat berlindung dan sumber makanan, sehingga mempercepat penurunan jumlah populasi mereka.

Upaya Konservasi Kakatua Jambu Kuning

Pemerintah Indonesia melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menyelamatkan kakatua jambul kuning dari kepunahan. 

Misalnya, BKSDA Sulawesi Tengah bersama Fakultas Kehutanan Universitas Tadulako sedang merumuskan strategi konservasi berbasis penelitian ilmiah. Langkah ini diharapkan dapat memberikan solusi konkret untuk melindungi burung ikonik tersebut.

Upaya konservasi juga melibatkan penyelamatan individu-individu kakatua jambul kuning yang ditemukan dalam kondisi terlantar atau diperdagangkan secara ilegal. 

Burung-burung ini kemudian direhabilitasi sebelum dilepasliarkan kembali ke alam. Selain itu, pemerintah juga memperketat pengawasan terhadap perdagangan satwa liar melalui undang-undang yang lebih tegas dan penegakan hukum yang lebih ketat.

Masyarakat pun diharapkan bisa berperan aktif dalam melestarikan kakatua jambul kuning. Edukasi tentang pentingnya menjaga spesies langka ini perlu terus digalakkan, terutama di daerah-daerah yang menjadi habitat alami mereka. 

Dengan memahami nilai ekologis dan keindahan burung ini, masyarakat dapat menjadi garda terdepan dalam mencegah perburuan liar dan menjaga kelestarian hutan.

Kakatua jambul kuning bukan sekadar burung cantik; ia adalah bagian dari identitas alam Indonesia yang tak ternilai harganya. 

Kehilangannya akan menjadi kerugian besar bagi keanekaragaman hayati dunia. Oleh karena itu, semua pihak—baik pemerintah, organisasi lingkungan, maupun masyarakat umum—perlu bersatu untuk memastikan spesies ini tetap hidup dan berkembang di habitat aslinya.

Melalui langkah-langkah konservasi yang berkelanjutan dan kesadaran kolektif, kita masih memiliki peluang untuk menyelamatkan kakatua jambul kuning dari jurang kepunahan. Mari bersama-sama menjaga warisan alam Indonesia agar generasi mendatang dapat terus menikmati keindahan burung ikonik ini di alam liar. (Agie)

Editor : Jauhar Yohanis
#kakatua maluku #Kakatua jambul kuning #Kakatua