Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Lontong Cap Gomeh, Sejarah dan Maknanya

Puspitorini Dian Hartanti • Rabu, 5 Februari 2025 | 22:10 WIB

lontong cap gomeh selalu hadir pada perayaan Cap Gomeh
lontong cap gomeh selalu hadir pada perayaan Cap Gomeh

Lontong Cap Go Meh menjadi tradisi yang mengiringi perayaan Imlek. Masakan ini merupakan olahan makanan adaptasi peranakan Tionghoa Indonesia terhadap masakan Indonesia khususnya masakan Jawa. Tersaji dengan tambahan lauk opor ayam, sayur lodeh, sambal goreng hati, acar, telur pindang, bubuk koya, sambal dan kerupuk. 

Biasanya disantap keluarga Tionghoa pada malam ke-15. Merujuk dari nama Cap Go Meh yang berasal dari bahasa Hokkien yaitu cap yang berarti 15 dan go yang berarti malam. Jadi Cap Go Meh berarti malam ke-15 yang merujuk pada malam ke-15 bulan pertama kalender Tionghoa. 

Lontong Cap Go Meh juga memiliki makna budaya yang kaya yaitu Simbol Kebersamaan yaitu Lontong Cap Go Meh sering disajikan pada perayaan Imlek untuk memperkuat kebersamaan keluarga dan masyarakat. Lalu Simbol Cap Go Meh dipercaya sebagai makanan yang membawa keberkahan dan keselamatan. Lalu Simbol Identitas yang menjadikan masakan ini sebagai makanan tradisional Tionghoa-Indonesia yang memiliki identitas budaya yang kuat. 

Sesuai Namanya, setiap sajian Lontong Cap Go Meh ini harus disajikan bersama-sama dengan lodeh rebung atau bambu muda yang memiliki makna usia yang panjang, opor ayam yang menjadi makanan tradisional Indonesia, sambal goreng hati, telur pindang yang berwarna kecoklatan, serta yang tidak boleh terlupakan adalah bubuk kedelai yang memberi kenikmatan sendiri saat dipadukan menjadi satu.

Editor : Jauhar Yohanis
#lontong #lontong cap go meh