JP Radar Kediri - Di balik lebatnya hutan Papua, tersembunyi sebuah keindahan alam yang memikat sekaligus misterius: burung Seriwang Putih atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tali Pocong.
Burung ini, dengan bulu putihnya yang bersih dan ekor panjang yang menawan, seolah membawa aura magis yang sulit dilupakan.
Namun, di balik pesonanya, tersimpan cerita-cerita mistis dan tantangan konservasi yang membuatnya semakin menarik untuk dikulik.
Seperti apa ciri-cirinya?
Seriwang Putih adalah burung kecil dengan panjang tubuh sekitar 20-25 cm.
Bulu putihnya yang cerah mendominasi hampir seluruh tubuhnya, dengan sedikit aksen hitam pada sayap dan ekor.
Baca Juga: Mengenal Burung Hud-Hud, Burung dalam Kisah Nabi Sulaiman yang Kini Masih Hidup di Era Modern
Ekornya yang panjang dan ramping menjadi ciri khas yang membuatnya terlihat begitu elegan saat terbang.
Paruhnya yang kecil dan runcing sempurna untuk menangkap serangga, makanan utama mereka.
Mata burung ini bulat dan gelap, memberikan kesan yang dalam dan penuh misteri.
Burung ini juga memiliki suara kicauan yang lembut namun merdu, sering terdengar di pagi hari atau saat matahari terbenam.
Kicauannya seolah menjadi melodi alam yang menenangkan, menambah kesan magis dari keberadaannya.
Seriwang Putih adalah penghuni asli hutan-hutan dataran rendah dan perbukitan di Papua, Indonesia.
Mereka lebih sering ditemukan di daerah yang masih alami dan jarang terjamah oleh manusia.
Baca Juga: Cek Jadwal Puasa Ayyamul Bidh 2025 Lengkap Beserta Niat, dan Manfaatnya
Burung ini lebih suka tinggal di kanopi hutan, di mana mereka bisa dengan mudah mencari makanan seperti serangga kecil, ulat, dan laba-laba.
Meskipun jarang terlihat, keberadaan Seriwang Putih menjadi indikator kesehatan ekosistem hutan.
Hilangnya burung ini dari suatu area bisa menjadi tanda bahwa habitat tersebut sedang mengalami kerusakan.
Legenda dan Mitologi Lokal
Nama "Tali Pocong" tidak muncul begitu saja. Di kalangan masyarakat Papua, burung ini sering dikaitkan dengan dunia spiritual.
Beberapa masyarakat setempat percaya bahwa Seriwang Putih adalah penjelmaan dari arwah yang belum tenang.
Baca Juga: Mengenal Arti Bunyi Suara Tokek, Hingga Punya Mitos Cerita Mistis di Jawa dan Bali
Konon, burung ini muncul sebagai pembawa pesan dari alam gaib, terutama bagi mereka yang sedang berduka atau kehilangan orang terdekat.
Ada juga cerita yang menyebutkan bahwa melihat Seriwang Putih adalah pertanda baik, karena burung ini dianggap sebagai penjaga hutan.
Namun, di sisi lain, ada pula yang menganggapnya sebagai pertanda buruk, terutama jika burung ini terlihat di dekat pemukiman. Mitos-mitos ini membuat Seriwang Putih semakin menarik dan penuh misteri.
Baca Juga: Nisfu Syaban Tahun 2025 Bertepatan dengan Tanggal Berapa?
Mengapa Seriwang Putih Begitu Istimewa?
Seriwang Putih bukan sekadar burung cantik dengan bulu putih yang memukau. Keberadaannya adalah simbol dari keindahan dan kerapuhan alam.
Burung ini mengingatkan kita betapa pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan melestarikan kekayaan hayati yang kita miliki.
Di balik pesonanya, Seriwang Putih juga membawa cerita-cerita mistis yang memperkaya budaya lokal.
Ia adalah bukti bahwa alam tidak hanya tentang keindahan fisik, tetapi juga tentang kisah-kisah yang menyentuh hati dan imajinasi.
Seriwang Putih, atau Tali Pocong, adalah salah satu harta karun alam Indonesia yang patut kita jaga.
Keindahan dan misteri yang dimilikinya membuat burung ini begitu istimewa. Namun, tanpa upaya serius untuk melindungi mereka, keindahan ini bisa saja hilang selamanya.
Mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan keanekaragaman hayati yang kita miliki.
Dengan begitu, generasi mendatang masih bisa menikmati pesona Seriwang Putih, mendengar kicauannya yang merdu, dan terpesona oleh keanggunannya yang tak terlupakan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah