JP Radar Kediri - Burung hud-hud, yang dikenal dalam Alqur'an sebagai pembawa kabar dari negeri Saba, memiliki peran penting dalam kisah Nabi Sulaiman AS.
Hingga saat ini, burung ini masih hidup dan dapat ditemukan di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia.
Dalam Surah An-Naml, burung ini melaporkan informasi penting mengenai Ratu Bilqis dan masyarakatnya yang menyembah matahari.
Sebenarnya seperti apa ciri-ciri fisiknya? Ini penjelasannya.
Burung hud-hud memiliki ciri fisik yang khas dan mudah dikenali. Dengan jambul panjang di kepalanya dan paruh yang panjang serta melengkung, burung ini memiliki penampilan yang unik.
Baca Juga: Cek Jadwal Puasa Ayyamul Bidh 2025 Lengkap Beserta Niat, dan Manfaatnya
Warna bulunya bervariasi, dengan kepala dan punggung berwarna coklat muda serta sayap dan ekor putih bergaris hitam.
Ukuran tubuhnya sekitar 30 cm, menjadikannya lebih besar dibandingkan burung merpati.
Hud-hud dapat ditemukan di berbagai habitat, termasuk hutan-hutan di Sumatera dan Kalimantan.
Di Indonesia, burung ini dikenal dengan nama "hupo tunggal" (Upupa epops) dan termasuk dalam kategori burung langka.
Selain Indonesia, burung hud-hud juga tersebar di Eropa, Asia, dan Afrika Utara, menunjukkan adaptabilitasnya terhadap berbagai lingkungan.
Baca Juga: Mengenal Arti Bunyi Suara Tokek, Hingga Punya Mitos Cerita Mistis di Jawa dan Bali
Burung hud-hud adalah burung diurnal yang aktif di siang hari. Mereka mencari makanan berupa serangga kecil seperti ulat dan belalang dengan cara mematuk tanah.
Kebiasaan ini menunjukkan kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar dalam mencari sumber makanan.
Peran dalam Kisah Nabi Sulaiman
Burung hud-hud dikenal sebagai utusan Nabi Sulaiman AS yang setia. Ia membawa surat dakwah kepada Ratu Bilqis untuk mengajak rakyatnya menyembah Allah SWT.
Kecerdikan dan kesetiaan burung ini menjadi contoh bagi umat manusia tentang pentingnya menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Hingga saat ini, burung hud-hud masih dapat ditemui di berbagai wilayah, termasuk hutan Kalimantan dan Sumatera.
Keberadaannya menjadi simbol dari keindahan alam serta pentingnya menjaga ekosistem agar tetap seimbang.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah