Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Misteri dan Keberkahan, Mitos Burung Perkutut dalam Budaya Jawa dan Bali

Radar Kediri • Jumat, 31 Januari 2025 | 19:00 WIB

 

Burung Perkutut yang dipercaya memiliki banyak mitos.
Burung Perkutut yang dipercaya memiliki banyak mitos.

JP Radar Kediri - Burung perkutut, khususnya perkutut Jawa, telah lama menjadi bagian penting dalam budaya dan kepercayaan masyarakat Jawa dan Bali.

Burung ini tidak hanya dihargai karena suara kicauannya yang merdu, tetapi juga karena dianggap memiliki kekuatan spiritual dan mistis yang luar biasa. Berikut adalah deskripsi tentang mitos burung perkutut yang menarik untuk disimak:

Baca Juga: Pegiat Sejarah Sebut Pecinan di Kota Kediri Belum Representatif untuk City Tour Wisata

Simbol Keberuntungan dan Kemakmuran
Burung perkutut dipercaya membawa keberuntungan dan kemakmuran bagi pemiliknya. Konon, jika burung ini berkicau dengan merdu dan teratur, itu adalah pertanda bahwa rezeki akan mengalir deras atau hal-hal baik akan segera terjadi dalam kehidupan pemiliknya.

Hubungan dengan Dunia Spiritual
Dalam kepercayaan Jawa, burung perkutut dianggap sebagai penghubung antara dunia manusia dan alam gaib. Beberapa orang meyakini bahwa burung ini adalah jelmaan roh leluhur atau makhluk halus yang bertugas melindungi pemiliknya. Bahkan, ada yang percaya bahwa burung perkutut bisa menjadi media untuk berkomunikasi dengan dunia spiritual.

Baca Juga: Ini Sejarah Perayaan Imlek yang Jarang Diketahui oleh Kalangan Gen Z

Katuranggan: Ciri Fisik yang Sakral
Katuranggan, atau ciri fisik khusus pada burung perkutut, memiliki makna tersendiri dalam tradisi Jawa. Misalnya, burung perkutut dengan ciri tertentu diyakini memiliki kekuatan magis, seperti memberikan perlindungan, ketenangan batin, atau bahkan kekuatan supranatural. Beberapa ciri katuranggan yang dianggap istimewa antara lain warna bulu, bentuk paruh, atau pola pada tubuh burung.

Perkutut Lurah: Burung Sakral Para Raja
Salah satu mitos yang paling terkenal adalah tentang "Perkutut Lurah" atau "Perkutut Raja." Burung ini dianggap sangat sakral dan hanya dimiliki oleh orang-orang terpilih, seperti raja, pemimpin, atau orang dengan kedudukan tinggi. Konon, burung ini memiliki kekuatan luar biasa dan bisa memengaruhi nasib serta keberuntungan pemiliknya.

Baca Juga: Museum di Kediri Berinovasi agar Dongkrak Kunjungan Masyarakat

Pertanda Baik dan Buruk
Kehidupan dan perilaku burung perkutut sering dianggap sebagai pertanda. Misalnya, jika burung ini tiba-tiba mati atau berperilaku aneh, diyakini sebagai tanda adanya gangguan spiritual atau nasib buruk yang akan menimpa pemiliknya. Sebaliknya, jika burung ini aktif berkicau dan terlihat sehat, itu dianggap sebagai pertanda baik.

Ritual dan Perawatan Khusus
Karena dianggap sakral, burung perkutut sering diperlakukan dengan ritual khusus. Misalnya, burung ini dimandikan dengan air bunga atau diberi mantra-mantra tertentu untuk menjaga kesaktiannya. Perawatannya juga dilakukan dengan penuh kehati-hatian, termasuk memberikan pakan khusus dan menjaga kebersihan sangkar.

Baca Juga: Pegiat Sejarah Sebut Pecinan di Kota Kediri Belum Representatif untuk City Tour Wisata

Mitos burung perkutut ini mencerminkan kekayaan budaya dan spiritual masyarakat Jawa dan Bali. Meskipun tidak semua orang percaya, burung perkutut tetap menjadi simbol yang sarat dengan makna dan nilai-nilai tradisional yang dijaga turun-temurun. 

 

Author: Agie Sada

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #budaya #spiritual #mitos #Burung Perkutut