JP Radar Kediri - Influenza A menjadi salah satu infeksi saluran pernapasan yang perlu diwaspadai pada anak usia balita. Sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang membuat kelompok usia ini lebih rentan mengalami infeksi, terlebih ketika berada di lingkungan dengan banyak interaksi seperti sekolah, tempat bermain, maupun day care.
Virus influenza dapat menyebar melalui percikan saluran pernapasan ketika seseorang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Penularan juga lebih mudah terjadi di ruangan tertutup dengan kontak yang cukup dekat.
Pada balita, gejala influenza A umumnya dapat muncul secara tiba-tiba. Demam, batuk, pilek, dan hidung tersumbat menjadi beberapa keluhan yang sering terlihat. Anak juga dapat mengalami sakit tenggorokan, tubuh terasa lemas, nafsu makan menurun, serta menjadi lebih rewel dari biasanya.
Kondisi tersebut perlu diperhatikan orang tua, terutama apabila perubahan kondisi anak berlangsung cukup cepat. Pemantauan sejak munculnya gejala menjadi penting untuk mengetahui apakah kondisi anak membaik atau justru berkembang menjadi lebih serius.
Baca Juga: Influenza A di Kota Kediri Nihil tapi ISPA Tembus 700 Kasus! Ini Kata Dinkes Kota Kediri
Inilah Cara Yang Paling Sederhana Untuk Mengurangi Risiko Penularan
Pencegahan influenza dapat dimulai dari kebiasaan anak sehari-hari. Mulai dari orang tua sendiri untuk lebih sering menyuruh anaknya mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan lingkungan, serta menghindari kontak terlalu dekat dengan orang yang sedang sakit.
Penggunaan masker di ruang tertutup juga dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi paparan virus, terutama ketika terdapat anggota keluarga yang sedang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan. Vaksinasi influenza tahunan juga dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari perlindungan anak. Konsultasi dengan tenaga kesehatan diperlukan untuk mengetahui jadwal dan kesesuaian vaksin bagi anak.
Hati-Hati Dan Waspada Tanda Bahaya Penyakit Influenza
Meski sebagian kasus influenza dapat membaik dengan perawatan yang tepat. Tetapi, orang tua harus mengetahui tanda-tanda yang membutuhkan pertolongan medis segera.
1. Anak mengalami kesulitan bernapas
Perhatikan jika napas menjadi jauh lebih cepat, lubang hidung tampak melebar saat bernapas, atau bagian dada terlihat tertarik ke dalam ketika anak menarik napas.
2. Bibir atau wajah berubah warna
Warna kebiruan pada bibir, lidah, wajah, atau kuku dapat menjadi tanda bahwa anak mengalami kekurangan oksigen dan membutuhkan pertolongan medis segera.
3. Muncul tanda-tanda dehidrasi
Anak yang hampir tidak mau minum, jauh lebih jarang buang air kecil, tidak mengeluarkan air mata ketika menangis, atau memiliki mata yang tampak cekung perlu segera diperiksa.
4. Anak sangat lemas atau sulit dibangunkan
Perubahan kondisi seperti anak menjadi sangat mengantuk, sulit merespons ketika diajak berinteraksi, atau mengalami kejang merupakan tanda yang tidak boleh diabaikan.
5. Demam kembali setelah sempat membaik
Jika kondisi anak sempat membaik tetapi kemudian demam muncul kembali dan batuk justru semakin berat, orang tua perlu segera berkonsultasi dengan dokter karena dapat terjadi komplikasi atau infeksi lain.
6. Muncul nyeri yang berat
Keluhan seperti nyeri dada yang berat atau sakit otot yang membuat anak sulit berjalan juga perlu mendapat perhatian medis.
Dengan mengenali gejala dan tanda bahaya sejak dini, orang tua dapat lebih cepat menentukan langkah yang diperlukan ketika balita mengalami influenza A. Jika kondisi anak menunjukkan tanda kegawatan, pemeriksaan medis segera menjadi langkah yang penting bagi orang tua.
Nama Penulis: Jihan Najla Agustien
Kampus: Universitas Islam Tribakti Lirboyo
Editor : Shinta Nurma Ababil