JP Radar Kediri - Belakangan ini tengah marak Influenza yang menyerang sistem pernapasan. Masyarakat diimbau waspada, lantaran influenza dapat menyerang kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak di bawah usia 59 bulan (5 tahun), lansia berusia 65 tahun ke atas.
Tidak hanya itu, orang dengan dengan penyakit kronis seperti HIV/AIDS, asma, penyakit jantung, paru-paru, dan diabetes, serta orang yang memiliki risiko tinggi terpapar virus, termasuk tenaga kesehatan yang juga perlu mendapat perhatian.
Influenza memiliki beberapa tipe seperti A, B, C, dan D. Sementara itu, di Indonesia kasus influenza yang paling sering ditemukan adalah influenza tipe A.
Baca Juga: Hasil Uji Laboratorium Ungkap Nasi dan Buah Melon MBG di Kota Kediri Tercemar E.coli!
Faktor Penyebab Terserang Influenza A
Dilandir dari jawapos, Influenza tipe A cenderung mengalami peningkatan menjelang akhir tahun.
Perubahan lingkungan akibat erupsi gunung berapi, karhutla, merta musim kemarau panjang yang dapat menyebabkan penurunan kualitas udara.
Gejala Influenza
Secara umum, gejala yang muncul secara tiba-tiba, seperti demam, batuk (umumnya batuk kering), sakit kepala, nyeri otot dan sendi, sakit tenggorokan, serta hidung berair.
Batuk juga dapat menjadi berat dan kadang dapat terjadi dua minggu atau lebih.
Kemudian, menurut informasi dari laman kemkes.go.id yang dikutip pada (21/9) pengobatan influenza tipe A ini dapat dilakukan dengan beristirahat yang cukup,minum paracetamol atau penurun demam, penggunaan obat antiviral, serta memenuhi asupan cairan tubuh.
Sementara itu, untuk mengurangi risiko penularannya diperlukan sejumlah langkah-langkah pencegahan. Beberapa kebiasaan berikut dapat diterapkan untuk membantu mencegah penularan influenza tipe A.
Pencegahan influenza tipe A
-Menerapkan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS)
-Mencuci tangan dengan benar
-Menggunakan masker bagi orang sakit dan saat berada di tempat umum
-Menerapkan etika batuk dan bersin
-Menghindari kontak terlalu dekat
-Menjaga daya tahan tubuh
- Melakukan vaksinasi influenza
Editor : Shinta Nurma Ababil