JP Radar Kediri – Orang tua perlu memperhatikan berbagai perubahan pada perilaku remaja yang dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan mental. Salah satu hal yang dapat diamati adalah perubahan pola tidur, seperti sulit tidur, sering terbangun pada malam hari, atau tidur yang tidak nyenyak.
Apa Tanda Gangguan Kesehatan Mental pada Remaja?
Baca Juga: Perkuat Hilirisasi Finansial, BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton Lewat Holding Ultra Mikro
Psikolog Keluarga Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Tangerang, Pritta Tyas, mengatakan gangguan kesehatan mental pada remaja memiliki gejala yang beragam. Namun, orang tua dapat mulai melihat apakah perubahan yang dialami anak sudah mengganggu aktivitas sehari-harinya.
Selain tidur, perubahan pola makan juga perlu diperhatikan. Misalnya, nafsu makan anak menurun atau justru meningkat secara berlebihan ketika sedang mengalami stres.
Baca Juga: Nasib Berubah Baik! 4 Shio Ini Diprediksi Menikmati Hidup yang Lebih Mudah Mulai 20 Agustus 2026
Pritta juga menyarankan orang tua mengamati perubahan minat anak terhadap kegiatan yang sebelumnya disukai. Remaja yang biasanya aktif mengikuti hobi seperti sepak bola atau menari, misalnya, tiba-tiba tidak lagi bersemangat mengikuti kegiatan tersebut.
Perubahan tersebut perlu diperhatikan apabila berlangsung terus-menerus selama lebih dari dua hingga tiga minggu. Menurut Pritta, kehilangan minat secara berulang tanpa alasan yang jelas dapat menjadi salah satu tanda yang perlu diwaspadai.
Baca Juga: Literasi Digital Masuk Aktivitas Belajar, Tak Harus Jadi Mata Pelajaran Baru
Meski demikian, perubahan perilaku tidak selalu berarti anak mengalami gangguan kesehatan mental. Orang tua perlu melihat kondisi tersebut dalam konteks kehidupan anak. Perubahan emosi dapat muncul ketika remaja sedang menghadapi situasi besar, seperti pindah rumah, pindah sekolah, orang tua bekerja di luar kota dalam waktu lama, atau kehilangan orang terdekat.
Apabila tidak terdapat perubahan besar dalam kehidupan anak, tetapi berbagai gejala muncul secara intens dan bertahan selama dua hingga tiga minggu, orang tua dapat mulai mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional.
Baca Juga: Nilai Saja Tidak Cukup, Kenapa Feedback Penting dalam Pembelajaran?
Dengan memperhatikan perubahan perilaku sejak awal, orang tua dapat lebih cepat mengetahui kondisi yang sedang dialami anak dan menentukan langkah pendampingan yang sesuai
Editor : Shinta Nurma AbabilSumber : jawapos.com