JP Radar Kediri - Nama ikan sapu-sapu belakangan ramai diperbincangkan setelah penangkapan massal ikan ini di kali-kali Jakarta, termasuk di Kali Cideng.
Banyak warga yang bertanya-tanya, apakah ikan sapu-sapu aman untuk dikonsumsi? Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak.
Ada sejumlah hal penting yang perlu diketahui sebelum memutuskan untuk menyantap ikan yang dikenal sebagai janitor fish ini.
Baca Juga: Mengenal Ikan Sapu-Sapu, Si 'Janitor' Sungai yang Kini Jadi Masalah di Jakarta
Secara Prinsip, Bisa Dimakan
Dilansir dari Digitani IPB University, ikan sapu-sapu pada dasarnya termasuk dalam kategori yang bisa dikonsumsi manusia, asalkan berasal dari perairan yang bersih dan hasil budidaya yang terawat.
Begitu pula dari sisi agama, sebagai ikan air tawar, ikan sapu-sapu termasuk dalam kategori halal untuk dikonsumsi.
Ikan ini bahkan sudah lama diolah oleh sebagian masyarakat di beberapa daerah di Indonesia sebagai bahan pangan alternatif, mengingat keberadaannya yang mudah ditemukan dan harganya yang terjangkau.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem, Pasokan Ikan Laut Berkurang di Kota Kediri, Ini Dampaknya ke Pedagang!
Kandungan Gizi Ikan Sapu-Sapu
Berdasarkan informasi dari Alodokter, ikan sapu-sapu ternyata menyimpan sejumlah nutrisi yang cukup baik bagi tubuh.
Ikan ini mengandung protein yang berperan penting dalam pembentukan dan pemulihan jaringan otot, kulit, serta organ tubuh.
Selain itu, terdapat kalsium dan fosfor yang mendukung kekuatan tulang dan gigi, sehingga bermanfaat bagi anak-anak maupun orang dewasa.
Kandungan vitamin B di dalamnya juga membantu proses metabolisme dan mengubah makanan menjadi energi, sehingga tubuh tidak mudah lelah.
Ikan ini juga tergolong rendah lemak, sehingga cocok bagi individu yang sedang menjaga berat badan atau kadar kolesterol.
Tidak hanya itu, terdapat pula mikronutrien yang berperan dalam mendukung sistem imun tubuh.
Mengacu pada Halodoc, ikan sapu-sapu juga mengandung selenium yang bersifat antioksidan, omega-3 yang baik untuk kesehatan jantung dan otak, serta asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh.
Baca Juga: Jangan Remehkan Ikan Lokal! Kembung dan Layang Ternyata Punya Protein Lebih Tinggi dari Salmon
Risiko Besar Jika Berasal dari Perairan Tercemar
Di sinilah letak masalah utamanya. Ikan sapu-sapu adalah pemakan dasar (bottom feeder) yang cenderung menyerap apa saja dari lingkungan tempat tinggalnya, termasuk zat-zat berbahaya.
Berdasarkan informasi dari Halodoc, ikan sapu-sapu yang hidup di perairan kotor berpotensi mengakumulasi logam berat yang berbahaya bagi kesehatan.
Beberapa di antaranya adalah merkuri yang bersifat neurotoksik dan dapat merusak sistem saraf, ginjal, serta hati.
Selain itu, terdapat timbal yang berbahaya bagi perkembangan otak, terutama pada anak-anak, serta dapat merusak sistem saraf.
Ikan ini juga dapat mengandung kadmium yang berkaitan dengan kerusakan ginjal, kerapuhan tulang, dan bersifat karsinogenik atau berpotensi memicu kanker.
Selain logam berat, dilansir dari Alodokter, ikan dari perairan tercemar juga berpotensi membawa bakteri, parasit, hingga telur cacing yang berbahaya jika masuk ke tubuh manusia.
Efek yang mungkin muncul setelah mengonsumsinya antara lain mual, muntah, diare, gatal-gatal, gangguan organ, hingga risiko jangka panjang berupa kerusakan ginjal dan hati.
Inilah yang melatarbelakangi imbauan pemerintah DKI Jakarta agar warga tidak mengonsumsi ikan sapu-sapu hasil tangkapan dari kali-kali di Jakarta yang kondisi airnya masih tergolong tercemar.
Baca Juga: Ini Cara Pemdes Gurah Berdayakan Masyarakat : Beri Pelatihan Olah Ikan Gabus Jadi Obat Herbal
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil