JP Radar Kediri – Di tengah gaya hidup modern, penggunaan vape atau rokok elektrik semakin populer, terutama di kalangan anak muda.
Banyak yang beralih ke vape karena dianggap lebih aman dibandingkan rokok konvensional.
Apa Itu Vape?
Vape adalah perangkat elektronik yang bekerja dengan cara memanaskan cairan (e-liquid) hingga menghasilkan uap yang kemudian dihirup oleh pengguna.
Berbeda dengan rokok biasa yang membakar tembakau, vape menggunakan sistem pemanas berbasis baterai.
Baca Juga: BNN Usulkan Larangan Vape dalam RUU Narkotika, Temukan Cairan Mengandung Sabu dan Obat Bius
Cairan dalam vape umumnya mengandung nikotin, perasa, serta bahan kimia seperti propilen glikol dan gliserin.
Meski tidak menghasilkan asap seperti rokok, uap yang dihasilkan tetap mengandung zat berbahaya bagi tubuh.
Banyak orang tidak menyadari bahwa vape tetap mengandung berbagai zat kimia berbahaya.
Selain nikotin yang bersifat adiktif, terdapat pula senyawa seperti formaldehida dan asetaldehida yang dikenal sebagai zat karsinogen atau pemicu kanker.
Tak hanya itu, uap vape juga dapat mengandung logam berat seperti nikel dan timah yang berasal dari komponen alat.
Zat lain seperti akrolein dan diasetil juga berpotensi merusak jaringan paru-paru dan memicu gangguan pernapasan.
Baca Juga: Warga Kediri Harus Waspada! Vape Jadi Modus Baru Penggunaan Narkoba, Ini Sikap BNN
Dampak Vape terhadap Kesehatan
- Merusak Paru-Paru
Vape dapat menyebabkan iritasi dan peradangan paru-paru, bahkan memicu kondisi serius seperti EVALI dengan gejala sesak napas, batuk, dan nyeri dada. - Meningkatkan Risiko Kanker
Zat kimia dalam vape berpotensi merusak sel dan DNA, sehingga meningkatkan risiko kanker, termasuk kanker paru-paru. - Gangguan Jantung
Nikotin dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung, yang berisiko menyebabkan penyakit jantung dan stroke. - Menimbulkan Kecanduan
Kandungan nikotin membuat vape bersifat adiktif dan sulit dihentikan, terutama pada remaja. - Efek Samping Harian
Penggunaan vape juga bisa menyebabkan mulut kering, mual, sakit kepala, serta iritasi tenggorokan dan mata.
Baca Juga: Mengenal Lebih Dekat Tembakau Temanggung yang Digemari Industri Rokok di Jawa Timur
Vape Tidak Sepenuhnya Aman
Meski sering dipromosikan sebagai alternatif yang lebih “aman”, para ahli kesehatan menegaskan bahwa vape tetap memiliki risiko serius.
Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa dampaknya terhadap paru-paru dan jantung bisa mendekati rokok biasa.
Selain itu, kadar nikotin dalam beberapa produk vape justru lebih tinggi, sehingga berpotensi meningkatkan risiko kecanduan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil