JP Radar Kediri – Kepergian putri politisi Akbar Tandjung akibat kanker payudara menjadi pengingat pilu bagi kita semua.
Kabar duka ini adalah alarm bahwa kanker payudara bukan sekadar diagnosa medis, melainkan ancaman nyata yang bisa menyerang siapa saja tanpa memandang status.
Apa Itu Kanker Payudara?
Kanker payudara adalah penyakit di mana sel-sel di payudara tumbuh tidak terkendali. Menurut WHO, kanker ini merupakan jenis kanker yang paling umum terjadi pada wanita di seluruh dunia.
Sel kanker ini bisa terbentuk di jaringan payudara, seperti kelenjar susu (lobulus), saluran susu (duktus), jaringan lemak, dan jaringan ikat.
Jika tidak ditangani, sel-sel ini bisa menyebar ke bagian tubuh lain melalui pembuluh darah atau getah bening.
Gejala yang Kerap Tak Disadari
Seringkali kanker payudara tidak menimbulkan rasa sakit di tahap awal. Itulah mengapa penting untuk memperhatikan perubahan kecil sekalipun. Dikutip dari Halodoc, berikut ciri-cirinya
- Benjolan baru, adanya benjolan yang terasa keras, memiliki tepi tidak beraturan, dan biasanya tidak nyeri di payudara atau ketiak.
- Perubahan kulit payudara menjadi berkerut seperti kulit jeruk (peau d'orange), kemerahan, atau bersisik.
- Perubahan puting, puting yang tertarik ke dalam (inverted nipple) atau mengeluarkan cairan (bukan ASI), baik bening maupun berdarah.
- Perubahan bentuk, salah satu payudara mengalami perubahan ukuran atau bentuk yang asimetris secara tiba-tiba.
Faktor Risiko
Faktor yang Tidak Bisa Diubah
- Jenis kelamin, wanita memiliki risiko jauh lebih tinggi dibanding pria
- Usia, risiko meningkat seiring bertambahnya usia (umumnya di atas 50 tahun)
- Genetik, adanya mutasi gen tertentu (seperti BRCA1 atau BRCA2) atau riwayat keluarga dengan kanker payudara/ovarium
- Riwayat reproduksi, mulai menstruasi sebelum usia 12 tahun atau menopause setelah usia 55 tahun)
Faktor yang Bisa Dikendalikan (Gaya Hidup)
- Berat badan, obesitas setelah menopause meningkatkan risiko
- Aktivitas fisik, kurangnya olahraga secara rutin
- Konsumsi alkohol dan rokok, keduanya terbukti meningkatkan risiko kerusakan sel
- Terapi hormon, penggunaan terapi penggantian hormon tertentu dalam jangka panjang
Pentingnya Deteksi Dini
Edukasi mengenai kanker payudara menjadi sangat krusial karena deteksi dini adalah kunci utama keberhasilan pengobatan. Semakin cepat sel kanker ditemukan, semakin besar peluang untuk sembuh total.
Langkah pertama yang paling mudah adalah melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) secara rutin setiap bulan, idealnya pada hari ke-7 hingga ke-10 setelah masa menstruasi berakhir.
Namun, pemeriksaan mandiri saja tidak cukup kita juga perlu melakukan SADANIS (Periksa Payudara Klinis) yang dilakukan oleh tenaga medis secara berkala untuk hasil yang lebih akurat.
Bagi wanita dengan risiko tinggi atau yang sudah memasuki usia tertentu, prosedur skrining seperti mammografi sangat disarankan guna mendeteksi perubahan jaringan yang mungkin tidak teraba oleh tangan.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Shinta Nurma Ababil