Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kenapa Berbuka Dianjurkan dengan yang Manis? Ternyata Ini Penjelasan Ilmiahnya

Internship Radar Kediri • Minggu, 22 Februari 2026 | 17:02 WIB

Berbuka Puasa
Berbuka Puasa

JP RADAR KEDIRI – Setiap mendekati waktu adzan Magrib, meja makan akan penuh dengan makanan dan minuman. Banyak orang bilang bahwa berbuka harus dengan yang manis-manis, sebenarnya itu sekadar kebiasaan turun-temurun atau memang ada alasan ilmiahnya?

Ternyata anjuran berbuka dengan yang manis bukan hanya kebiasaan turun-temurun, tetapi juga sejalan dengan cara kerja tubuh setelah berpuasa seharian.

Baca Juga: Puasa Ramadhan 2026 Mulai Kapan? Ini Prediksi Kalender Hijriah Versi Kemenag, NU, dan Muhammadiyah

Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Berpuasa Seharian?

Setelah 13 sampai 14 jam menahan lapar dan dahaga, kadar gula darah (glukosa) menurun. Tubuh kemudian menggunakan cadangan energi yang tersimpan dalam bentuk glikogen di hati. Untuk bertahan, tubuh masuk ke mode hemat energi yang membuat kita sering merasa lemas atau sulit fokus.

Kenapa Tubuh Butuh yang Manis Saat Berbuka?

Gula sederhana adalah sumber energi yang paling cepat diserap tubuh. Contohnya terdapat pada kurma, madu, dan buah-buahan manis. Sedangkan karbohidrat kompleks yang terdapat pada nasi atau roti membutuhkan waktu lama untuk dicerna.

Kecepatan ini membantu otak untuk kembali fokus setelah kekurangan energi seharian. Jadi, takjil manis bukan cuma soal selera, tapi cara cepat untuk mengisi ulang energi tubuh saat berbuka.

Kurma sering menjadi pilihan utama untuk berbuka. Gula alami pada kurma cepat memberi energi, tetapi tidak membuat gula darah melonjak drastis. Kandungan seratnya membantu memperlambat penyerapan gula sehingga lebih ramah bagi lambung. Selain itu, kurma juga mengandung kalium untuk menjaga keseimbangan cairan setelah seharian berpuasa.

Baca Juga: Kurma Bukan Sekadar Manis: Khasiat Tersembunyi Buah Eksotis dari Timur Tengah

Jebakan Balas Dendam Gula

Meskipun dianjurkan berbuka dengan yang manis, banyak orang keliru dengan mengonsumsi manis yang berlebihan, seperti teh manis yang sangat pekat. Kebiasaan ini dapat memicu lonjakan gula darah yang sangat tajam lalu turun drastis. 

Akibatnya, tubuh justru merasa lemas dan mengantuk setelah makan, bahkan berisiko menyebabkan kenaikan berat badan selama Ramadan karena kelebihan gula disimpan sebagai lemak.

Anjuran berbuka dengan yang manis ternyata bukan sekadar kebiasaan turun-temurun atau soal selera. Di baliknya terdapat pemahaman tentang cara tubuh bekerja. Kuncinya bukan pada seberapa manis hidangan yang dikonsumsi, melainkan seberapa bijak pemilihan jenis dan porsinya. Selamat menyambut bulan penuh berkah!

Penulis adalah Dita Citra Oktaviana, Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#ramadhan #kesehatan ramadan #tips berbuka puasa #Tips Berbuka #Tips Berbuka Puasa yang Baik #Berbuka dengan benar dan sehat #nutrisi puasa #takjil manis #gula darah #kurma #berbuka dengan kurma #Takjil sehat #buka puasa 2026 #ramadan #glukosa #takjil #kesehatan #berbuka puasa #berbuka #takjil aman #buka puasa