JP RADAR KEDIRI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menginformasikan bahwa fenomena Monsun Asia masih mendominasi wilayah Indonesia pada periode 10-16 Februari 2026. Dampaknya, potensi hujan lebat hingga sangat lebat meluas di sebagian besar wilayah Indonesia. Ini bukan hujan biasa, namun ada risiko cuaca ekstrem seperti angin kencang dan petir. Sehingga di tengah padatnya aktivitas, barang yang dibawa sehari-hari juga harus benar-benar fungsional.
Risiko kesehatan di musim hujan cukup terancam. Dilansir Halodoc, beberapa penyakit seperti Flu, DBD, dan Leptospirosis yang menjangkit melalui air kotor atau banjir meningkat, sehingga menjaga tubuh untuk tetap kering bukan hanya soal penampilan, tapi soal mencegah masuknya kuman lewat kulit atau suhu tubuh yang drop setelah beraktivitas.
Berikut 5 barang yang paling disarankan untuk anak muda atau pekerja produktif sebelum berangkat ke tempat tujuan:
- Payung/Jas Hujan. Kedua barang ini adalah core dari upaya penyelamatan diri dari hujan. Untuk efektivitas, penggunaan payung lipat dan jenis jas hujan model setelan (celana-baju) agar ruang gerak lebih bebas sangat disarankan.
- Pelindung Tas/Rain Cover. Selain melindungi tubuh, barang bawaan juga perlu perhatian, salah satunya tas yang berisi laptop, handphone, atau dokumen kerja yang perlu dilindungi agar tidak lembab dan rusak.
- Baju Ganti dan Kaos Kaki Ekstra. Keduanya perlu disiapkan mengingat risiko kehujanan di jalan. Membawa kaos kaki cadangan bisa mencegah kaki lembap yang memicu jamur.
- Kantong Plastik/Ziplock. Barang-barang yang telah dipakai saat hujan akan basah dan perlu dipisahkan agar tidak membasahi isi tas lainnya.
- Starter Pack Kesehatan. Selain barang-barang di atas, minyak kayu putih atau sejenisnya diperlukan untuk menghangatkan tubuh. Selain itu, hand sanitizer juga dapat dipakai guna membersihkan tangan setelah terkena air hujan atau genangan.
Itulah beberapa barang wajib yang harus ada di tas selama musim hujan ini. Selalu jaga kesehatan dan pastikan semua aset berharga terlindungi dari air hujan. Pantau juga informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG sebelum memulai perjalanan.
Arlintang Sekar Phambayun, Universitas Negeri Malang.
Editor : rekian