Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengenal Fibermaxxing, Tren Diet 2026 yang Bisa Bikin Pencernaan Macet Total

Internship Radar Kediri • Kamis, 29 Januari 2026 | 00:00 WIB

Makanan berserat
Makanan berserat

JP RADAR KEDIRI – Pernah lihat influencer pamer minum jus hijau kental atau makan serat dengan porsi “gila” di medsos? Yap, itu dia tren Fibermaxxing !

Di awal 2026 ini, tren kesehatan bergeser ke arah obsesi serat ( fiber ). Fibermaxxing merupakan fenomena di mana seseorang mengonsumsi serat setiap hari dalam jumlah yang jauh di atas rekomendasi. Tujuannya beragam, mulai dari detoksifikasi instan, perut rata dalam semalam, hingga klaim "pembersihan usus".

Namun, para ahli medis mulai membunyikan peringatan alarm. Bukannya bikin sehat, strategi diet yang salah kaprah ini justru bisa membuat sistem pencernaan kamu “macet” total.

Serat sebagai Pencernaan "Pahlawan".

Secara medis, serat memang "pahlawan" pencernaan. Serat ( fiber ) berfungsi seperti "sapu" yang membersihkan sisa makanan di usus. Kementerian Kesehatan RI melalui AKG 2020 menyarankan konsumsi serat 25–30 gram per hari tergantung kebutuhan energi. 

Namun, orang yang melakukan Fibermaxxing biasanya mengonsumsi serat hingga 50–70 gram per hari, biasanya melalui suplemen bubuk atau raw food dalam jumlah masif, tanpa persiapan tubuh yang memadai.

Bahaya Fibermaxxing

Menurut tim medis dari Mayo Clinic, mengonsumsi serat dalam jumlah besar secara tiba-tiba dapat menyebabkan gas berlebih, perut kembung, dan kram perut yang menyakitkan. Mayo Clinic pentingnya minum banyak udara karena serat bekerja paling optimal saat menyerap cairan. 

Tanda Kamu Tubuh “Overdosis" Serat

Tanda-tanda kamu mengalami “overdosis” serat antara perut lain terasa penuh seharian, frekuensi buang air besar berhenti total, dan nyeri kram di perut bagian bawah. Jika kamu mengalami hal-hal tersebut, jangan abaikan sinyal tubuh! Segera periksa ke dokter dan hentikan Fibermaxxing .

Tren kesehatan akan selalu datang dan pergi. Jangan sampai tampil glowing di media sosial tapi harus bayar mahal dengan kunjungan darurat ke IGD karena usus yang "mogok kerja".

Penulis adalah Dita Citra Oktaviana, Mahasiswa Universitas Negeri Malang. Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#gaya hidup sehat #fibermaxxing #Gaya hidup sehat 2026 #gaya hidup #tren kesehatan #serat #kesehatan pencernaan #diet #kesehatan #fakta kesehatan #pencernaan