JP RADAR KEDIRI Banyak orang spontan menginjak kecoa ketika melihatnya berjalan di lantai. Namun, tindakan yang terlihat sederhana ini justru dapat menimbulkan ancaman kesehatan yang tidak disadari. Salah satu alasan paling kritis berkaitan dengan isi tubuh kecoa itu sendiri.
Di dalam saluran pencernaannya, sering ditemukan telur cacing parasit yang berpotensi menular ke manusia. Ketika kecoa dihancurkan dengan diinjak, isi perutnya dapat menyebar ke permukaan lantai atau menempel pada sol sepatu, sehingga memungkinkan telur parasit tersebut masuk ke tubuh melalui kulit atau kontak tangan.
Selain parasit, kecoa juga dikenal sebagai pembawa berbagai patogen penyebab penyakit. Serangga ini umumnya hidup di lingkungan kotor seperti saluran air, tumpukan sampah, dan area lembap.
Pada tubuh dan kakinya, kecoa membawa beragam bakteri berbahaya. Ketika tubuhnya pecah akibat pijakan, bakteri seperti E Coli dan Salmonella dapat tersebar dan mencemari area sekitar, sehingga menambah risiko infeksi.
Menginjak kecoa pun dapat memicu gangguan pernapasan dan reaksi alergi. Bagian tubuh, kotoran, serta air liur kecoa mengandung alergen kuat.
Ketika tubuhnya rusak, partikel halus dan serpihan tersebut dapat melayang di udara dan terhirup. Pada individu yang sensitif, paparan ini bisa menyebabkan bersin, gatal, hingga memperparah asma. Anak-anak merupakan kelompok yang paling mudah terdampak.
Ada lima penyakit penting yang dapat ditularkan melalui kecoa. Pertama, gastroenteritis akibat bakteri seperti E. coli dan Salmonella yang menyebabkan mual, muntah, dan diare.
Kedua, demam tifoid dari Salmonella typhi yang mengkontaminasi makanan. Ketiga, listeriosis yang dipicu infeksi bakteri Listeria. Keempat, alergi akibat paparan kotoran dan serpihan tubuh kecoa. Kelima, asma, yang dapat kambuh atau semakin parah karena alergen kecoa.
Lalu, metode apa yang lebih aman? Penggunaan insektisida semprot yang memang dierancang untuk membunuh serangga lebih dianjurkan karena dapat mengurangi risiko penyebaran bagian tubuh kecoa.
Alternatif lainnya adalah perangkap lem atau jebakan sederhana buatan sendiri. Setelah kecoa mati, bangkainya harus segera dibuang menggunakan sarung tangan atau tisu, kemudian area tersebut dibersihkan dengan disinfektan.
Dengan memahami risiko menginjak kecoa, diharapkan kebiasaan ini dapat ditinggalkan. Upaya pencegahan seperti menjaga kebersihan rumah, menyimpan makanan dengan baik, dan menutup celah masuk serangga merupakan langkah yang paling efektif.
Membasmi kecoa dengan cara yang lebih aman sekaligus menjaga kebersihan lingkungan dapat membantu kita terhindar dari berbagai penyakit yang dapat dibawanya.
Penulis artikel adalah Dita Amelia Ningsih adalah Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya. Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian